Rabu, 19 Februari 2014

Pernah suatu kejadian, seorang santri melakukan tindak pencurian. Dan singkat kata telah tertangkap oleh Bagian Keamanan (OSIS).

Ketika diinterograsi, santri ini mengaku bahwa dirinya tidak sadar kalau telah mencuri, dan mungkin dipengaruhi jin yang sering menggangunya belakangan ini.

Mendengar jawaban santri itu, bagian Keamanan kehabisan akal harus berbuat apa. Mau menjatuhkan sangsi, tapi pelakunya sendiri tidak merasa. Mau tidak menjatuhkan sangsi, perbuatan mencurinya sudah masuk kategori 'dosa besar' dan 'layak usir' dari pesantren.

Lalu bagian Keamanan pun melaporkan kejadian ini kepada atasannya yang yaitu Staff Pengasuh Pondok. Dan lagi-lagi, Staff Pengasuh bingung harus mengambil tindakan apa.

Akhirnya, sampailah juga masalah ini ke hadapan Pimpinan/Pengasuh.
Mendapatkan laporan ini, Pak Kyai selaku pimpinanpun memanggil santri pelaku tindakan pencurian "tidak biasanya" itu. Beliau dengan tanpa ragu mengambil sikap tegas,

"Kamu mengaku bahwa yang mencuri bukan kamu, tapi jin yang ada dalam dirimu. Untuk itu, kamu dan juga jin yang ada dalam dirimu sama-sama keluar dari pondok ini."

Akhirnya, santri yang bersangkutan dikeluarkan dari pondok. Sebuah sangsi terakhir dari harapan perubahan yang lebih baik bagi yang bersangkutan.

Gambar diambil dari http://edukasi.kompasiana.com/

{ 2 komentar... read them below or Comment }

- Copyright © ISB Corner -Imam Saiful Bahri- Powered by Blogger - Modified by ISB Corner -