Selasa, 18 Februari 2014

Biasanya setiap tahun ada acara yudisium, semacam acara pengumuman penetapan ‘nasib’ selanjutnya yang akan dihadapi/diterima para siswa KMI Gontor.

Para siswa secara berkelompok dipanggil menuju sebuah ruang yang di situ hadir para pejabat KMI dan bahkan Pimpinan Pondok pun hadir.

Satu hal yang biasa ‘dirumuskan’ orang-orang ma’had (pondok) bahwa bila nanti dalam sambutan pendahuluan Direktur KMI, kelompok itu dijatuhkan mentalnya, dipelonco dan diperingatkan untuk tidak sombong maka biasanya kelompok itu akan ditempatkan di kelas atau kedudukan bagus.

Di antara hal yang disampaikan antara lain seperti:

"Ananda sekalian. Sebenarnya apa yang Ananda capai ini belumlah cukup untuk menaikkan Anda ke kelas lebih tinggi. Masih banyak kekurangan yang harus Ananda perbaiki. 

Namun, kami bersepakat untuk memberi kesempatan Ananda duduk di kelas lebih tinggi pada tahun ajaran depan, dengan catatan: manfaatkanlah kesempatan yang kami berikan ini sebaik-baiknya. Belajarlah lebih giat, gunakan waktu sebaik-baiknya, jalankan segala peraturan dengan penuh disiplin dan keikhlashan. 

Bilamana kesempatan yang kami berikan ini tidak dimanfaatkan sebaik-baiknya, kami tidak segan-segan mengembalikan Ananda ke kelas di bawahnya. Apakah Ananda sanggup?!

Sebaliknya, bila sambutan pendahuluan Direktur KMI itu berisi dorongan, motivasi, pujian dan bombongan (support) biasanya kelompok itu akan ditempatkan di kelas yang mengecewakan semisal tidak naik kelas, dapat kelas rendah, bebas tugas, dan sebagainya.

gambar diambil dari http://killer-killermaniac3.blogspot.com (saat menunggu pemanggilan)


{ 1 komentar... read them below or add one }

- Copyright © ISB Corner -Imam Saiful Bahri- Powered by Blogger - Modified by ISB Corner -