Jumat, 21 Februari 2014

Sebenarnya ini masuk ranah ikhtilaf, dan saya termasuk orang yang kurang suka membahas yang berbau ikhtilaf. Namun ada beberapa hal yang bisa dicermati dari dalil-dalil tentang masalah ini.

Masalahnya: Apakah doa orang lain (bukan anak sendiri) akan sampai kepada mayit?

Pendapat pertama: Tidak akan sampai
Alasannya adalah hadist shahih tentang 'amal jariyah' yang menyatakan amalan manusia akan terputus begitu dia meninggal, kecuali tiga jenis amalan. Tiga jenis amalan ini pahalanya akan terus mengalir, yaitu:
1. Sedekah jariyah (sedekah yang dimanfaatkan terus, sekalipun yang bersedekah telah meninggal)
2. Ilmu yang diambil manfaatnya terus-menerus setelah meninggalnya
3. Anak yang shaleh, yang diindikasikan dengan konsisten berdoa untuk orang tuanya.

Ketiga point di atas menegaskan bahwa si mayit muslim hanya akan mendapatkan kiriman pahala amal dari tiga hal di atas, tidak mungkin dari lainnya lagi.

Pendapat kedua: Akan sampai
Alasannya adalah ayat Al-Quran tentang lafadz "Robbanaghfir lanaa wa li-ikhwaaninal-ladziina" dan juga lafadz bacaan doa dalam sholat janazah "Allahummaghfir lahu warhamhu.."

Kedua lafadz tersebut menyebutkan tentang "permohonan ampun" dari muslim untuk mayyit muslim, dan tidak membataskan permohonan itu harus disampaikan oleh anak mayyit, tapi dari sesama muslim.
Jadi dengan isi lafadz ini dapat ditegaskan, bahwa doa permohonan ampun dari muslim untuk muslim laiinya potensiil dapat diterima. Tidak mungkin ada tuntunan doa yang sia-sia bila diamalkan.

Kesimpulan (Penggabungan)
Tambahan pahala amal memang terputus dan tidak akan datang kepada si mayyit kecuali dari 3 hal di atas (sadaqah jariyah, ilmu bermanfaat, anak shaleh). Tapi.... permohonan ampunan dan rahmat atas dosa si mayyit dapat dilakukan oleh sesama muslim yang hidup. Jadi, si mayyit dapat diampuni dan dirahmati dengan doa-doa muslim yang masih hidup, tetapi pahala amalnya tidak dapat bertambah lagi (kecuali dari 3 amalan di atas)>

{ 1 komentar... read them below or add one }

  1. Memintakan ampun untuk diri sendiri, orang tua dan seluruh saudara seiman itu ada tuntunannya. Jelas ada nash-nya dalam Al-Quran.

    BalasHapus

- Copyright © ISB Corner -Imam Saiful Bahri- Powered by Blogger - Modified by ISB Corner -