Sabtu, 22 Februari 2014

Mata-mata tidak lain adalah kegiatan mencari informasi mengorek kesalahan orang lain. Lalu menggunakan informasi itu untuk menjelekkan, menghancurkan, mengalahkan orang lain, dst.

Namun dampak yang paling dirasakan pihak yang mematai biasanya adalah kelenaan terhadap kesalahan dan keburukannya sendiri. Di samping "kegiatan" ini sangat berpotensi memperburuk hubungan kedua belah pihak, merasa lebih unggul dan saling menjatuhkan.

Kegiatan "mata-mata" atau "telik sandi" atau "spy" (Inggris) atau "jasus" (Arab), pada prinsip dasarnya dalam ajaran agama Islam tidak dapat dibenarkan. Hanya dalam keadaan yang benar-benar darurat kegiatan ini dibolehkan, seperti mencari posisi musuh agar bisa menghindar dan selamat dari ancaman mereka.

Di Gontor, kegiatan "mata-mata" atau "jasus" ini lumrah dilakukan. Mata-mata bagaimana?


Ceritanya begini.
Berbahasa Arab-Inggris di lingkungan pesantren Gontor adalah wajib adanya.
Merupakan sebuah pelanggaran bila santri tidak menggunakan kedua bahasa itu, dan layak dihadapkan di sebuah "Mahkamah Lughoh" (pengadilan bahasa) untuk kemudian mendapatkan sangsi. Bahkan, santri yang berbahasa Arab pada saat Pekan Bahasa Inggris (English Week) berlangsung, juga masuk kategori pelanggaran.

Selain aneka macam sangsi, ada sangsi pokok yang dijatuhkan kepada pelanggar bahasa ini. Sangsi pokok ini adalah menjadi jasus atau mata-mata. Tugas santri yang menjadi jasus ini adalah mencari temannya yang lain 2 atau 3 orang yang melanggar bahasa.

Bila ada temannya yang kedapatan melanggar bahasa, maka sang jasus wajib mencatatnya dan melaporkannya ke Bagian Disiplin Bahasa (Muharrikul-lughah), untuk kemudian dipanggil dan dihadapkan ke mahkamah.

Beginilah kegiatan jasus atau mata-mata ala santri Gontor.
Sebenarnya ada rasa tidak enak untuk mencatat kesalahan teman sendiri dan melaporkannya ke kakak senior. Namun, para santri Gontor selalu dibekali nasehat untuk meniatkan "kegiatan mata-mata" ini sebagai bentuk partisipasi menegakkan disiplin bahasa serta sebagai kontrol dan sarana perbaikan bagi semua pihak.

Dan insyaallah, kegiatan ala James Bond ini bisa dimaklumi semua santri sebagai salah satu dinamika pesantren yang mengasyikkan.

{ 1 komentar... read them below or add one }

- Copyright © ISB Corner -Imam Saiful Bahri- Powered by Blogger - Modified by ISB Corner -