Senin, 23 Desember 2013

Bagaimana agar putera-puteri kita menjadi shaleh dan shalehah? 
Acapkali orang tua maupun guru menempuh berbagai macam cara dalam mendidik anak. Metode-metode mendidik anak berdasarkan pengalaman-penelitian empirik dikerahkan, namun kadang tidak membawa hasil memuaskan.
Barangkali kita perlu menengok kembali cara-cara 'tradisional' dan sederhana yang mungkin telah kita abaikan.Beberapa pengajaran Al-Quran di bawah ini mungkin bisa menjadi inspirasi bagi orang tua.
1. Orang tua jangan pernah berhenti MEMPERBAIKI DIRI dan meningkatkan ketaatan kepada Allah. Orang yang enggan taat kepada Allah maka Allah jadikan anak-anaknya enggan taat kepadanya.
Orang yang taat kepada Allah akan diberkahi hidupnya dan anak-anaknya pun akan mendapatkan keberkahannya. Hal ini dicontohkan oleh Nabi Ibrahim as. Bagaimana beliau senantiasa berusaha menyempurnakan ketaatannya kepada Allah, sehingga Allah berkahi Nabi Ibrahim as berikut anak keturunannya hingga akhir zaman. 
"Dan (ingatlah), ketika Ibrahim diuji Tuhannya dengan beberapa kalimat (perintah dan larangan), lalu Ibrahim menunaikannya. Allah berfirman: "Sesungguhnya Aku akan menjadikanmu imam bagi seluruh manusia". Ibrahim berkata: "(Dan saya mohon juga) dari keturunanku". Allah berfirman: "Janji-Ku (ini) mengenai keturunanmu tetapi tidak yang zalim".  QS. Al-Baqarah 124.
2. Orang tua jangan pernah berhenti MENDO'AKAN anaknya, agar menjadi anak shaleh dan manusia utama. 
Al-Quran banyak mencontohkan bagaimana para nabi berdoa untuk keshalehan anak-anak mereka. Hal ini memberi pengajaran bahwa keshalehan anak itu juga bisa didapat dari doa-doa orang tua mereka. 
"Ya Tuhanku, tunjukilah aku untuk mensyukuri nikmat Engkau yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada ibu bapakku dan supaya aku dapat berbuat amal yang saleh yang Engkau ridhai; berilah kebaikan kepadaku dengan (memberi kebaikan) kepada anak cucuku. Sesungguhnya aku bertaubat kepada Engkau dan sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri." Qs. Al-Ahqaaf 15
3. Orang tua jangan pernah bosan MENASEHATI dan mengajarkan hal-hal utama kepada anaknya.
  • Memegang teguh agama (Qs.Al-Baqarah 122, 133) 
  • Selalu bertawakkal kepada Allah (Qs. Yusuf 67)
  • Mendirikan shalat, amar ma'ruf nahi munkar dan bersabar (Qs. Luqman 17)
  • Menjaga adab dan berlaku sopan dan santun (Qs. Luqman 19)
  • Menjaga pergaulan (Qs. Huud 42)
  • Sikap bertanggung jawab (Qs. Al-Anbiya 79)
  • Sadar bahwa Allah selalu mengawasi (Qs. Luqman 16). 
  • Takut akan azab Allah (Qs. Huud 43)
  • Agar menjaga kerukunan dengan saudaranya (Qs. Yusuf 5)
4. Orang tua mewasiatkan anaknya agar benar-benar MENJAUHKAN diri dari hal-hal ini.
  • Tidak mempersekutukan Allah (Qs. Luqman 13)
  • Tidak pernah putus asa (Qs. Yusuf 87)
  • Tidak bersikap angkuh dan sombong (Qs. Luqman 18)
5. Orang tua harus menyadari bahwa anak adalah salah satu UJIAN Allah bagi hamba-Nya. 
Allah bisa saja menjadikan anak kita shaleh-shalehah tanpa masalah, tapi memang Dia berkehendak menguji manusia dengan adanya anak. Dan bila lulus, maka Allah beri ganjaran yang besar.  (Qs. Ali Imron 14; Al-Anfaal 28; At-Taubah 85; Al-Kahfi 46; Al-Munafiquun 9; At-Taghabun 15 )
"Dan ketahuilah, bahwa hartamu dan anak-anakmu itu hanyalah sebagai cobaan dan sesungguhnya di sisi Allah-lah pahala yang besar". QS. Al-Anfaal 28
6. Agar anak menjadi sarana kemuliaan hidup dunia-akherat, maka orang tua perlu memperhatikan hal-hal ini DALAM MENGASUH anak.
  • Bertawakkal dan memohon perlindungan agar Allah menjaga anak. (Qs. Yusuf ayat 13, 64)
  • Mempercayakan anak kepada orang/pihak yang terpercaya. (Qs. Yusuf 66)
  • Berlaku adil kepada anak-anak (Qs. Yusuf 8)
  • Bersabar tanpa batas dan menahan diri dan berlapang diri ketika ada perasaan marah kepada anak. (Qs Yusuf 84)
  • Ikhlas berkorban harta, tenaga dan waktu dalam rangka mendidik anak (Qs. Al-Kahfi 82).

Leave a Reply

Subscribe to Posts | Subscribe to Comments

- Copyright © ISB Corner -Imam Saiful Bahri- Powered by Blogger - Modified by ISB Corner -