Minggu, 15 Desember 2013

Tiap orang mungkin pernah merasa  "kehilangan", kehilangan harta benda (gaji dipotong, harta dicuri, dst) kehilangan kesehatan (sakit atau keluarga sakit, dst), kehilangan kebahagiaan (putus cinta, bercerai, tengah konflik, dst) hingga kehilangan kehidupan (ditinggal mati keluarga, kerabat, atau teman).

Ketika "kehilangan" inilah, kita dianjurkan mengucapkan kalimat thayyibah innaa lillaah (kita adalah milik Allah). 

Hal ini menegaskan bahwa kita sebenarnya tidak pernah kehilangan apa-apa. 

Kalimat itu mengingatkan kita bahwa kita tidak "memiliki" apa-apa karena kita sebenarnya hanyalah "dimiliki". Jadi sesuatu yang tidak memiliki apa-apa tentu tidak pernah kehilangan apa-apa. 

Sehingga dengan kesadaran yang paling dalam kita dipahamkan bahwa apapun termasuk kekurangan yang ada pada kita saat ini tidak lain adalah tetap nilai plus

Inilah butir-butir kenyataan yang harus kita fahami:

  • Sebenarnya kita tidak pernah ada. 
  • Kita tidak memiliki apapun, tetapi kita dimiliki, dimiliki-Nya.
  • Dia-lah pemilik sebenarnya, Yang memiliki segalanya. 
  • Setahun sebelum tahun kelahiran kita, kita adalah bukan apa-apa, kita tidak punya penglihatan, pendengaran, pemikiran, perasaan, apalagi harta benda, kedudukan, keluarga, saudara, teman, dicintai dan dirindukan orang. 
Mengapa berat?
Mengapa kita begitu berat untuk menerima kenyataan bahwa sebenarnya kita awalnya tidak memiliki apa-apa dan kita bukan apa-apa? 

Karena kita selalu membandingkan kondisi kita dengan...

  • dengan orang-orang sekitar kita yang kita nilai lebih beruntung. 
  • dengan kondisi kita dulu yang lebih baik.
  • dengan kondisi kita yang lebih baik yang kita inginkan.
Kita lupa, bahwa hidup kita ini bukan program kita, ada "kehendak lain" yang terkadang tidak mau berkompromi dengan kita. Ialah kehendak Allah Yang Maha Berkehendak.

Tapi mau apa dikata..


Tuhan sedang memaksa kita melihat kenyataan dan hakekat yang sebenarnya, yaitu kita bukanlah apa-apa, tidak memiliki apa-apa, tetapi justru dimiliki.

Cobalah kita terima dengan lapang dada dan ikhlash, sebab hanya dengan cara inilah Dia memberikan kebahagiaan kepada kita di akhirnya nanti.

Leave a Reply

Subscribe to Posts | Subscribe to Comments

- Copyright © ISB Corner -Imam Saiful Bahri- Powered by Blogger - Modified by ISB Corner -