Jumat, 04 Oktober 2013

Tahapan kompetensi yang hendak dicapai dengan buku Arlifa ini adalah sebagai berikut:

TAHAPAN I : BISA MENYEBUTKAN KOSAKATA
  1. Dengan buku ini, pada prinsipnya anak-anak dikenalkan dan ditargetkan dapat menguasai kosakata-kosakata benda sekitar sebanyak mungkin. Penguasaan kosakata ini berupa kemampuan mengucapkan kosakata dengan cepat dan spontan, dan bukan menuliskannya. 
  2. Cara agar siswa mampu mengucapkan kosakata adalah melalui mendengar kosakata itu (diucapkan guru atau suara kaset, dll) dan menirukannya berulang kali, bukan melalui membaca tulisan.
  3. Agar semakin melekat ingatan dan kemampuan mengucapkan kosakata, siswa ditunjukkan langsung pada wujud benda atau gambarnya, bukan pada terjemahannya. 
  4. Dalam proses ini, kosakata yang disajikan dalam bentuk tulisan hanya sebagai pelengkap dan bukan tambahan. Semakin tidak ada tulisan maka semakin baik, siswa menjadi tidak tergantung pada tulisan. Untuk mencapai tahapan I ini, maka buku Arlifa disusun sebagai berikut:
  • Kosakata-kosakata di buku Arlifa tidak dilengkapi terjemahan Indonesianya. 
  • Banyak latihan lisan menyebutkan kosakata atau menjodohkan gambar dengan kosakata.
  • Kosakata-kosakata di kelas I dan II masih ditulis dengan huruf latin (Indonesia), karena anak belum ditekankan pada penguasaan kosakata tulisan.


qolamun



TIDAK BOLEH dengan terjemahan seperti
qolamun = pulpen


TAHAPAN II: MENGGUNAKAN KOSAKATA DALAM KALIMAT SEDERHANA
  1. Sembari menambah dan menguasai banyak kosakata, siswa mulai dikenalkan dengan huruuf ataupun dhuruuf (perangkat-perangkat) seperti kata depan, kata sambung, kata ganti, dll yang berfungsi sebagai penyusun kosakata-kosakata menjadi kalimat sederhana. 
  2. Untuk mendukung kemampuan siswa dalam merangkaikan kosakata juga perlu dikenalkan tulisan dari kosakata-kosakata dan huruuf-dhuruuf tersebut. Sehingga buku Arlifa disusun sebagai berikut:
  • Buku Arlifa dari kelas I hingga kelas VI dilengkapi secara bertahap dengan "huruuf-dhuruuf" dari yang paling sederhana menuju agak rumit. ISMUL ISYAAROH hadza-dzalika, hazihi-tilka, hunaa-hunaalika, dst. ADATUL ISTIFHAAM seperti maa, madza, hal, a, mataa, aina, dst. HURUUFUL-JAR seperti fii, 'ala, jaaniba, tahta, li, bi, min, ilaa, waroo'a, dst. 
  • Buku Arlifa kelas I dan II, kosakata-kosakata masih dituliskan dalam huruf latin (Indonesia). Dalam waktu yang sama, kelas I dan II ini siswa diajarkan dan ditargetkan mampu menulis dan membaca huruf-huruf Arab (Hijaiyah).


TAHAPAN III: MENGGUNAKAN KALIMAT SEDERHANA DALAM SEHARI-HARI
  1. Agar siswa bisa menggunakan kalimat-kalimat sederhana dalam sehari-hari, maka perlu dikenalkan usluub (struktur kalimat sederhana) yang sering digunakan sehari-hari. Usluub sederhana ini bisa dikembangkan siswa, sedangkan untuk usluub yang rumit siswa cukup menghafalkannya.
  2. Selain dengan menguasai usluub, siswa juga perlu dikenalkan pada jumlah fi'liyah (kalimat yang mengandung kata kerja), maka siswa mulai perlu dikenalkan pada fi'il mudhori', fi'il amr dan fi'il maadhii. Dengan target penguasaan kompetensi ini, maka buku Arlifa disusun sebagai berikut:
  • Mulai kelas III buku Arlifa mulai dilengkapi dengan contoh-contoh percakapan yang mengandung 'USLUB' yang sederhana (bisa dikembangkan) dan beberapa yang rumit (cukup dihafal) seperti pada bab Ta'aaruf dan Tahiyat.
  • Dalam buku Arlifa kelas V siswa dikenalkan pada FI'IL MUDHORI'. Setelah itu dikenalkan pada FI'IL AMR yang pola waktu dan bentuknya mirip Fi'il Mudhori'. Dan untuk FI'IL MAADHI yang polanya waktu dan bentuknya jauh berbeda, dikenalkan di kelas VI.

Leave a Reply

Subscribe to Posts | Subscribe to Comments

- Copyright © ISB Corner -Imam Saiful Bahri- Powered by Blogger - Modified by ISB Corner -