Jumat, 04 Oktober 2013


Di antara teori yang menjadi landasan penyusunan buku Arlifa adalah sebagai berikut:
  • Dalam mengajarkan bahasa perlu dibedakan antara: apprroach, metode dan tehnik.(Dr. Mulyanto Sumardi). Pendekatan yang umum digunakan dalam pengajaran bahasa adalah aural-oral aproach (pendekatan aural-aural), yaitu suatu pandangan bahwa bahasa adalah suatu yang didengar atau diucapkan, sedangkan tulisan hanyalah perwujudan dari ujaran itu.” Dengan berdasarkan pandangan ini disimpulkan bahwa menyimak dan bercakap, harus diajarkan terlebih dahulu daripada membaca dan menulis. (D. Hidayat).
  • Metode yang bisa digunakan dan sejalan dengan (pendekatan aural-aural) antara lain adalah metode Tiru dan Ingat (Tingat). Dalam metode ini guru bertindak sebagai informan dan siswa didaras untuk meniru. (Jos Daniel Pariera, 1986)
  • Teknis pengajaran Metode Tingat adalah sebagai berikut : “Mufrodat diucapkan berulang-ulang dengan ucapan yang fasih dan benar. Kesalahan pengucapan yang dilakukan oleh siswa hendaknya segera dibetulkan kembali. Arti mufrodat dijelaskan dengan media pelajaran yang sesuai dengan peragaan benda yang sebenarnya, gambar dan gerakan. Penjelasan dapat juga dilakukan dalam konteks kalimat. Terjemahan hanya dilakukan apabila terpaksa karena media yang ada tidak berhasil menjelaskan arti. Para siswa diharapkan mampu menggunkan mufrodat baru tersebut dalam tarakib (struktur kalimat) sesuai dengan pokok bahasan yang merupakan pengikat bagi siswa dalam praktek kebahasaan yang benar." (Elma Sadri).
  • Dalam pengajaran bahasa Arab di KMI Pondok Modern Gontor menggunakan beberapa petunjuk sebagai berikut: (1) Harus memakai kata-kata sehari-hari. (2) Harus dengan percakapan sehari-hari. (3) Harus dengan cara langsung – metode langsung- Direct Method-Thariqah Mubashiroh, dan tidak memakai metode tarjamah. Artinya susunan kalimat atau kata-kata itu tidak diterjemahkan. Guru tidak usah khawatir, dengan berulang-ulang dengan kesalahan beberapa kali, akhirnya anak-anak murid pasti mengeti. Jadi, tiap anak berkata, harus berfikir lebih dahulu. Artinya anak-anak harus berfikir dahulu dan sesudah itu berbicara dengan berani dan yakin. Inilah namanya berlatih atau tamrinat. Dan tamrinat ini perlu dilakukan terus menerus. Untuk melatih memperbanyak penggunaan kata-kata dasar itu. (Petunjuk dan Catatan-catatan dalam Pengajaran Bahasa Arab dan Inggris KMI Gontor).
  • Pengajaran Tata Bahasa Arab. Ahli-ahli pendidikan berpendapat bahwa tata bahasa tidak boleh terlalu cepat diberikan oleh karena tata bahasa adalah analisis logis dan filosofis mengenai bahasa. Pelajaran tata bahasa baru diberikan pada tingkat tsanawiyah. 
  • Dan seterusnya.

Leave a Reply

Subscribe to Posts | Subscribe to Comments

- Copyright © ISB Corner -Imam Saiful Bahri- Powered by Blogger - Modified by ISB Corner -