Kamis, 11 April 2013

Karena takut beratnya hisab (perhitungan di akherat) akan kekayaannya, banyak sahabat yang menginfaqkan habis kekayaan mereka, sehingga hampir-hampir seluruh sahabat hidup miskin di akhir hayatnya. Seperti Abu Bakar, Umar bin Khattab dan bahkan Rasulullah saw sendiri. 

Satu-satunya sahabat Rasulullah yang tidak berhasil miskin adalah Abdurrohman bin Auf. Segala upayanya untuk menjadi orang miskin gagal, karena memang dia telah ditakdirkan menjadi orang kaya.

Pernah dibelinya seluruh kurma hasil panenan penduduk Madinah dan sekitarnya, lalu ditimbunnya dibiarkan membusuk agar dia merugi dan jatuh miskin.

Tapi Allah menghendaki penduduk Madinah terkena wabah penyakit perut, yang ternyata obatnya tidak lain adalah kurma busuk milik Abdurrhaman bin Auf.

Penduduk menolak kurma busuk yang dijual gratis oleh Abdurrahman bin Auf, dan tetap memaksa membayar. Maka tetap kayalah Abdurrahman bin Auf dengan terpaksa.

Zuhud itu bukan tidak boleh kaya, tapi bila ditakdirkan kaya TIDAK TERKESAN dengan kekayaannya.

Leave a Reply

Subscribe to Posts | Subscribe to Comments

- Copyright © ISB Corner -Imam Saiful Bahri- Powered by Blogger - Modified by ISB Corner -