Sabtu, 05 Januari 2013

Mulai Kamis hingga Jum'at temen-temen peserta alumni berdatangan mengunjungi kembali ma'had tercinta mereka setelah ditinggalkan 13 tahun lamanya. Acara formal dimulai pukul 8 malam tepat yaitu ajang Temu Kangen antar alumni. Tapi sebelumnya lepas kangen ini sudah mulai terluapkan dari sore hingga makan malam bersama. Suasana "lepas rindu" ini benar-benar tidak bisa dibendung. Tahu sendirilah... sekalipun udah jadi orang (mudir/kyai pimpinan pesantren seperti Hanif, Mukammil, Iping Priyatnya, Iwan Sofyan; ataupun dosen seperti Munkizul Umam, Iffan Ahmad; atau Halim Syihab kajur Ushuluddin IIU Malaysia; atau anggota DPR seperti Popriyanto dan pengusaha seperti Roni Sondri, dll).. kalau 'udah ketemu teman seangkatan gitu.. "hilang" semua status dan kedudukan itu. Persis kalau pas tajammu' di pojokan mantiqah. Hehehehe...

Dalam acara Temu Kangen itu dibicarakan tentang tindak lanjut pasca pertemuan perdana ini. Diputuskan sementara bahwa alumni 698 akan menggelar reuni 4 tahunan. Sedangkan untuk Tim Panitia reuni di tahun mendatang ditunjuk secara aklamasi akhuna di antaranya (in lam ahto') Muallifin, Popriyanto, Roni Sondri. Tim inilah yang ditugasi memobilisasi temen-temen dalam reuni mendatang, dan tentunya masih diadakan di Gontor (permintaan dari Kyai). Sempat Ust Efendi Qasim yang kebetulan muqim di Gontor ikut nimbrung, tentunya kehadiran beliau merupakan support tersendiri bagi temen-temen.

Setelah acara selesai, acara sahirolail tidak dapat dihindarkan, hingga kira-kira jam 3-4 subuh yaitu ketika badan dan mata sudah tidak bisa diajak kompromi lagi... tajammu' di Wisma Darussalam itu baru bisa "dibubarkan". Hehehehe..

Pagi datang menjelang, jam 8 pagi tepat acara dimulai yaitu ceremonial pembukaan reuni oleh Ustadz Syukri sekaligus taujihat wal-irsyadatnya yang terasa bagaikan siraman kekeringan jiwa setelah 13 tahun meninggalkan Gontor dan tidak mengikuti live tausyiah beliau.

Setelah itu acara talkshow dengan narasumber dari temen-temen sendiripun dimulai. Sesi pertama memperbincangkan malasah dunia pendidikan oleh Abdul Halim Syihab (tentang bagaimana mengakses dan eksis di perguruan tinggi kelas internasional), Adib Fuadi (tentang pemberdayaan dan dakwah ke masyarakat melalui pembinaan sekolah islam anak usia dini) dan Iping Priyatna (tentang bagaimana mengembangkan lembaga-lembaga pendidikan alternatif -seperti untuk anak tidak mampu).

Terusnya ...

Leave a Reply

Subscribe to Posts | Subscribe to Comments

- Copyright © ISB Corner -Imam Saiful Bahri- Powered by Blogger - Modified by ISB Corner -