Jumat, 30 November 2012

Sebenarnya saya termasuk penggemar nasi pecel, apalagi untuk sarapan pagi. Cuma satu hal yang menjadi pantangan saya adalah makan nasi pecel dengan sayur kembang turi.

Begini pasalnya. Dulu waktu di SD suka banget makan pakai nasi pecel di dekat sekolah. Suatu hari nasi pecel itu tidak menggunakan sayur daun hijau tetapi diganti dengan kembang turi.

Dari penampilannya yang putih cerah memang menggugah selera, sehingga saya begitu saja menyantap sayur kembang turi itu. Tanpa saya sadari baik-baik ternyata ada beberapa gelintir bangkai ulat hijau kecil-kecil di sela-sela daun turi itu. Spontan saya memuntahkan makanan yang saya kunyah. Dan setelah itu, dalam jangka waktu yang lama saya benar-benar menghindari memakan sayur kembang turi ini.

Beberapa belas tahun berlalu saya tetap menghindari dan phobia makan sayur kembang turi di menu nasi pecel, sampai akhirnya saya menerapi diri saya untuk menghilangkan phobia ini dan berusaha menerima kembali memakan sayur kembang turi ini.

Tapi apa yang terjadi? 
Ternyata, ketika pertama kali saya mencoba memakan nasi pecel dengan sayur kembang turi ini, ada pemandangan 'mengerikan' terlihat... yaitu bergelintirannya beberapa ulat di sela-sela sayur kembang turi ini.

Bisa Anda tebak, bagaimana reaksi saya. Saya langsung menaruh nasih pecel itu dan tidak sudi memakannya. Bahkan sempat terucap sumpah serapah tidak akan bakal makan nasi pecel dengan sayur daun turi. Orang-orang sekitar banyak menasehati bahwa itu hanya masalah kurang bersihnya mencuci kembang turi itu, dan tidak semua orang seperti itu.

Namun, bahwa sadar saya sudah menjatuhkan kesimpulan, bahwa kembang turi sangat rawan dihuni ulat-ulat kecil, dan... tidak mungkin saya akan selalu bisa memastikan siapa-siapa saja yang memasak kembang turi ini. So, pecel dengan sayuran dari kembang turi menjadi pantangan saya.

Leave a Reply

Subscribe to Posts | Subscribe to Comments

- Copyright © ISB Corner -Imam Saiful Bahri- Powered by Blogger - Modified by ISB Corner -