Rabu, 04 Januari 2012


Bagaimana nalar kita bisa menangkap bahwa kita nanti akan hidup lagi setelah mati. 
Perhatikanlah butir-butir logika ini. Bisakah kita membantah?

Pertama. Bahwa kita dihadirkan hidup di dunia sama sekali bukan karena rencana kita, tanpa kita bisa menolak. 

Kita telah dilahirkan dengan jenis kelamin tertentu, warna kulit tertentu, suku bangsa tertentu, tahun dan tempat tertentu, orang tua tertentu, dst. Dan semua yang melekat yang kita bawa dari lahir ini, tidak satupun yang merupakan rencana kita. Semuanya terima jadi. Suka atau tidak suka.


Kedua. Andai nanti, setelah kita mati kita dihadirkan untuk hidup lagi, maka tentu kita tidak bisa menolak.

Kalau kehadiran kita di dunia saat ini saja tidak bisa kita tolak, tentu kita tidak bisa menolak bila dihadirkan dan hidup lagi. 


Ketiga. Kalau dalam kehidupan pertama kita bisa dihadirkan dari SAMA SEKALI TIDAK ADA menjadi ADA, tentu akan lebih mudah menghadirkan kita untuk hidup lagi nanti sebab kita pernah ada. 

Nalar orang yang waras akan mengakui, bahwa menjadikan sesuatu yang "pernah ada" itu lebih mudah daripada menjadikan sesuatu yang "belum pernah ada sama sekali".

Menghadirkan kita yang belum pernah ada sama sekali (dulunya) saja bisa, tentu akan lebih mudah menghadirkan kita nanti yang pernah ada ini.


Kenyataannya

  • Kenyataannya manusia lupa bahwa dirinya tidaklah berkuasa apa-apa, bahkan menghadirkan dirinya sendiripun manusia tidak mampu. Manusia lupa akan ketidakberdayaannya ini. 
  • Manusia yang sombong ini tidak berusaha mencari 'apa atau siapa' penyebab kehadirannya di dunia ini, untuk kemudian tunduk dan mematuhinya.
  • Manusia merasa hebat dan merasa bisa hidup dengan caranya sendiri.
  • Bahkan manusia tidak percaya bahwa nanti akan dihidupkan lagi. 
  • Manusia lupa bahwa mereka yang dulunya tidak ada dengan mudah diadakan. Mereka tidak berfikir bahwa akan lebih mudah menghidupkan mereka lagi.
... dan manusia lupa kepada kejadiannya; ia berkata: "Siapakah yang dapat menghidupkan tulang belulang (manusia), yang telah hancur luluh?" 
Katakanlah: "Manusia akan dihidupkan oleh Tuhan yang menciptakannya kali yang pertama. Dan Dia Maha Mengetahui tentang segala makhluk." QS. Yasin 78-79 

Leave a Reply

Subscribe to Posts | Subscribe to Comments

- Copyright © ISB Corner -Imam Saiful Bahri- Powered by Blogger - Modified by ISB Corner -