Kamis, 12 Januari 2012

Fatwa "Rokok" Muhammadiyah 
Ni, di kantor habis ada obrolan soal fatwa rokok haram dari Muhammadiyah. Maklumlah, saya kerja di SDMT Ponorogo, sekolah milik Muhammadiyah. Sudah lama  ada aturan yang jelas di sekolah, kalau guru mau merokok harus tidak boleh ketahuan murid - entah gimana caranya. Ketika hukum merokok masih ditoleransi di sekolah kami dengan pembatasan ini, Muhammadiyah memberikan fatwa bahwa merokok itu haram hukumnya. Spontan orang-orang yang aktif di Muhammadiyah ini jadi pikir-pikir kalau mau merokok. Dan terjadilah sedikit 'obrolan ringan' tentang fatwa ini.

Fatwa-fatwa lain dan tanggapan "ummat"
Fatwa-fatwa semacam ini tidak hanya datang dari Muhammadiyah, tetapi juga dari lembaga-lembaga lain seperti dari MUI dan NU, pun hal yang dibahas bervariasi, tentunya seputar fikih (produk hukum Islam).

Fatwa yang dimaksudkan agar umat tahu dan mematuhi itu agar hidup semakin lebih baik dan lebih mematuhi agama, ternyata ditanggapi sangat beragam oleh umat. Ada yang mempertanyakan, menyanggah, mengacuhkan, masa bodoh, dan bahkan menghujat habis-habisan. Maka pertanyaan yang muncul, bukanlah ada apa dengan fatwa-fatwa itu, tetapi "ada apa dengan umat ini"?

'Launching' produk hukum ini secara berangsur-angsur juga pernah terjadi di zaman Rasulullah pada periode Madinah. Bahkan ini merupakan produk hukum yang paling valid dan kuat kedudukannya karena merupakan sumber utama. Perintahnya pun terhitung 'berat-berat' seperti puasa Ramadhan, kewajiban memerangi penindas, zakat, dan banyak lagi.
Bagaimana umat di zaman Rasulullah (para Sahabat) merespon "fatwa-fatwa" ini?

Catatan sejarah Islam mengukir dengan jelas, bagaimana para Sahabat tunduk dan patuh menjalankannya, sami'naa wa atho'naa, tidak ada pertanyaan, sanggahan, kritikan apalagi pembangkangan. Kehidupan yang Allah harapkan benar-benar terwujud, hidup rukun berdampingan, damai penuh ketaatan, penuh keberkahan dan senantiasa dalam kecintaan pada Tuhan. Sebuah kebahagiaan dunia yang hakiki.






Leave a Reply

Subscribe to Posts | Subscribe to Comments

- Copyright © ISB Corner -Imam Saiful Bahri- Powered by Blogger - Modified by ISB Corner -