Jumat, 30 Desember 2011


Orang Islam Indonesia sering menggunakan kata agama untuk mewakili kata “Dien” sehingga Dienul Islam sering disebut dengan Agama Islam. Agama sering difahami sebagai suatu sistem ajaran yang dan kepercayaan akan adanya Tuhan dan menyerukan manusia tunduk pada Tuhan. 

Di samping memang ada kriteria lain seperti adanya pembawa ajaran itu atau nabi, adanya kitab suci, adanya tempat ibadah disucikan, adanya waktu-waktu dan hari-hari yang dikhususkan dan lainnya. Sehingga dengan kriteria-kriteria seperti di atas banyak sekali yang bisa disebut agama, seperti Islam, Kristen, Hindu, Budha, Konghucu, Yahudi, Sinto, Zoroaster, dan masih banyak lagi. Namun, terlepas dari pandangan umum ini... sebagai muslim saya ingin menyampaikan pandangan yang (subyektif tentunya) tentang agama ini.

1 – Dalam bahasa Arab, Islam tidaklah disebut sebagai “agama”, melainkan sebagai “dien”atau Dienul-Islam. Dalam Al-Quran surah Ali Imron ayat 19 disebutkan bahwa “satu-satunya dien yang diakui Allah adalah Islam”. Disebutkan dalam ayat tersebut: Innad-diina indallaahil-islaam yang bisa diterjemahkan “sesungguhnya dien di sisi Allah hanyalah Islam.” Maka kalau boleh meminjam istilah “agama”, maka agama itu hanya satu yaitu Islam.

2 – Ajaran yang dibawa oleh sekitar 124.000 utusan Tuhan dari Nabi Adam as. hingga Nabi Muhammad SAW semua adalah Islam. Dien yang dibawa utusan Tuhan (Rasul) ke seluruh penjuru dunia baik yang diketahui orang atau tidak, baik yang dicatat sejarah atau tidak, kesemuanya adalah Islam. 

Islam atau “berserah diri” telah dibawa utusan-utusan Tuhan sesuai dengan bahasa kaum atau umat yang menerimanya. Apakah Kristen, Hindu, Budha, Konghucu, Yahudi, Sinto, Zoroaster dan lainnya dulu merupakan ajaran yang dibawa utusan Tuhan atau bukan? Wallahu a’lam bis-showab (Allah yang Maha Tahu kebenarannya), penjelasan nomor (4) bisa dibaca.

3 – Seluruh “dien” itu sama-sama menyerukan bahwa ada Tuhan Yang Satu yang wajib disembah dan kepada-Nyalah manusia hendaknya memohon pertolongan, tetapi masing-masing “dien” itu mengajarkan syariat (hukum) yang berbeda-beda sesuai dengan tempat dan masanya.

4 – Seluruh “dien” yang diturunkan di setiap negeri dan setiap bangsa yang disampaikan melalui para rasul utusan Tuhan itu memperingatkan akan datangnya Nabi terakhir yang bernama Muhammad. 

Seluruh “dien” itu (hingga detik-detik terakhir kedatangan Nabi terakhir yaitu Muhammad) telah diselewengkan dan disesatkan oleh penganutnya sendiri di mana para rasul utusan Tuhan yang merupakan manusia biasa telah “dinaubatkan” atau dipercayai sebagai “Tuhan atau Dewa yang menjelma sebagai manusia” atau “Manusia yang paripurna menjadi Tuhan atau Dewa”.

5 – Di akhir zaman akan terbelah tiga kelompok besar umat manusia yaitu (1) umat yang mengikuti tuntunan Tuhan atau mengikut “dien” yang dibawa Nabi Muhammad SAW; (2) umat yang mencari kebenaran dengan jalannya sendiri dan mereka sesat karenanya; (3) umat yang tidak peduli dengan kebenaran dan tidak mau mengikuti kebenaran sekalipun kebenaran itu telah sampai kepada mereka (Ayat terakhir surat Al-Fatehah).




Leave a Reply

Subscribe to Posts | Subscribe to Comments

- Copyright © ISB Corner -Imam Saiful Bahri- Powered by Blogger - Modified by ISB Corner -