Senin, 10 Oktober 2011

Harapan menegakkan hukum Islam yang tak kunjung datang

Ada di antara golongan kaum muslimin yang menginginkan pelaksanaan ajaran dan hukum Islam secara kaffah (menyeluruh). Dan sayangnya, harapan menegakkan hukum Islam ini masih jauh dari kenyataan. Sungguh 'kekecewaan' tersendiri atau bisa disebutkan dengan istilah "perlu kesabaran lebih" untuk menerima kenyataan ini.


Kondisi sebagian kaum muslimin yang dizhalimi

Sembari menahan sabar menyaksikan hukum Islam tidak jua diterapkan, kaum muslimin sering disuguhi pemandangan saudara-saudaranya jadi sasaran kezhaliman dari umat lain seperti di Palestina, Khasmir, Moro dan lainnya. Benar-benar kenyataan yang "menyakitkan hati"

Akumulasi "kekecewaan" dan "sakit hati" ini sepertinya benar-benar menguras kesabaran sebagian saudara kita yang muslim, hingga terlampiaskan dalam aksi-aksi yang sulit diterima kebanyakan orang yaitu "perlawanan sekenanya" yang populer disebut dunia dengan "terorisme".

Pendapat saya tentang "perlawanan fisik"

Aksi-aksi perlawanan dari saudara kaum muslimin itu pada prinsipnya dapat dibenarkan, ASAL dilakukan pada tempat dan waktu yang tepat. Bilamana maksud "perlawanan" itu melawan kezaliman dan penindasan umat lain, maka haruslah dilakukan di tempat di mana penindasan itu terjadi, sehingga ADAB PERANG-lah yang berlaku.

Berlakulah ayat "Perangilah mereka jika mereka memerangi kamu". Perang atau segala bentuk perlawanan fisik tidaklah dibenarkan di tempat-tempat di mana perang itu tidak terjadi, sekalipun secara politis masyarakat ikut terlibat.

Beda lagi dengan "perlawanan fisik" untuk menegakkan hukum Islam. Cara ini sama sekali tidak bisa diberlakukan kepada mereka yang bukan muslim, atau muslim yang rata-rata masih lemah imannya.


Bagaimana menegakkan hukum Islam

Untuk menegakkan hukum Islam, tidak ada cara lain selain menguatkan aqidah/iman umat, sebab begitulah dicontohkan Rasulullah memulai dengan fase Makkah (fase penanaman akidah) yang berlangsung begitu intensif dan lebih lama, baru kemudian fase Madinah (penegakkan hukum Islam).

Lantas bagaimanakah menegakkan hukum Islam?
Banyak "jalan damai" yang harus ditempuh, seperti mereformasi sistem pendidikan yang mengembalikan umat mencintai agamanya, gerakan dakwah menghidupkan masjid, hingga mengembangkan pendidikan agama berbasis keluarga.

Pekerjaan rumah ini harusnya menjadi prioritas, dan lebih baik daripada mengobarkan "perlawanan fisik" yang lebih merupakan sikap 'yata'ajjal' (jalan pintas) yang sebenarnya juga tidak disukai Allah, dan sangat "KONTRA PRODUKTIF" dengan sifat dakwah itu sendiri (yaitu mengetuk hati).


Leave a Reply

Subscribe to Posts | Subscribe to Comments

- Copyright © ISB Corner -Imam Saiful Bahri- Powered by Blogger - Modified by ISB Corner -