Kamis, 08 September 2011


Bagaimana engkau berprasangka tentang Dia, begitulah Dia. Kalau engkau berprasangka Dia baik dan sayang padamu, maka seperti itulah Dia. Bila engkau berprasangka bahwa Dia itu membenci dan selalu menyusahkanmu, maka Dia-pun akan seperti itu. 

Kalau engkau menoleh pada-Nya, maka sesungguhnya Dia selalu menatapmu. Kalau engkau berjalan satu langkah mendekati-Nya, Dia akan berjalan dengan langkah sepuluh kali lebih panjang dari langkahmu. Kalau engkau berjalan kaki menghampiri-Nya, sesungguhnya Dia berlari menghampirimu. 

Engkau terpuruk membutuhkan pertolongan lalu Dia menghampirimu dan mengulurkan tangan-Nya, karena hanya Dia yang sanggup menolongmu, tapi engkau “dengan nggak tahu diri” justru angkuh-pongah terhadap-Nya dan bahkan memaki-makiNya. Dia tetap bersabar dan tetap menolongmu, sekalipun seburuk itu perlakuanmu. Begitulah Dia, dan seperti engkaulah kebanyakan manusia itu.

Seandainya seluruh alam dimusnahkan-Nya, sehingga yang tersisa hanya Dia. Maka sesungguhnya tidak berkurang sedikitpun keagungan-Nya. Dia tidak pernah membutuhkan alam beserta isinya, tapi justru semualah yang bergantung pada-Nya dan membutuhkan-Nya. 

Kemanapun engkau ingin berpaling, sesungguhnya Dia dan hanya Dia yang mau untuk selalu menerimamu dan menatapmu dengan penuh kasih sayang, ketika yang lain tidak sudi lagi melihatmu.

Ribuan syair dan lagu tercipta untuk menyanjung betapa suci dan sempurnanya kasih seorang ibu kepada anak-anaknya. Kasih ibu sepanjang jalan, kasih ibu tulus ikhlas tak harap balas bagai sang surya menerangi dunia. Tapi sesungguhnya Dia…. Tuhanmu itu….  kasih sayang-Nya lebih besar dari kasih seorang ibu.

Leave a Reply

Subscribe to Posts | Subscribe to Comments

- Copyright © ISB Corner -Imam Saiful Bahri- Powered by Blogger - Modified by ISB Corner -