Senin, 25 Juli 2011

Saya sempat shock, dulu, ketika pertama-tama 'blasuk' (tersesat) ke situs yang menghina-dina agama Islam. Begitu detail situs itu membahas Islam dari sudut yang mereka anggap negatif.

Menurut saya pribadi itu hanya salah faham, kurang faham, beda sudut pandang atau ekstrimnya karena kebodohan mereka saja, sehingga mencaci agama besar yang terakhir ini.

Dari cara membahasnya, saya sempat yakin orang-orang tersebut, kebanyakan justru orang Islam atau pernah muslim atau pernah mempelajari Islam. Mungkin karena belum atau tidak beroleh hidayah sehingga mereka salah pandang. Banyak "lubang-lubang" dan "sisi-sisi" yang hilang dari argumen mereka, sehingga sebenarnya cukup mudah mematahkan. Tapi bagi orang awam (apalagi pola pikirnya tidak Islam kaffah/menyeluruh) bisa saja membenarkan pendapat itu. Na'udzubillah.

Tema-tema yang diangkat di antaranya tentang poligami, hukum qishosh, pembagian warisan, perintah perang, seputar kehidupan Rasulullah, dan beberapa tema lainnya. Bagi muslim yang setengah-setengah pola pikir dan pemahamannya (pola pikir setengah Islam-setengah Barat/lainnya), mungkin bisa terpengaruh.

Apa sebab ada komunitas yang sedemikian keji memaki agama yang kita muliakan itu?
Saya tidak tahu betul jawaban dari pertanyaan ini. Tapi dari perkiraan saya antara lain:

1 - Ada orang yang "disudutkan" oleh ajaran agama Islam. Semisal orang-orang yang orientasi seksualnya adalah homoseksual. Orang-orang yang mengambil jalan hidup menjadi kaum homo, jelas dalam agama Islam tidak mendapat tempat selain perintah taubat. Orang-orang seperti inilah yang mungkin akan "sakit hati" dan memplokamirkan diri memusuhi Islam.


2 - Ada orang yang merasa "terancam" dengan perkembangan agama Islam. Sudah bukan rahasia lagi, bahwa para pemimpin agama dari agama manapun selalu berlomba menarik pengikut yang sebanyak-banyaknya.

Perkembangan agama lain tentu akan dirasa menjadi ancaman bagi eksistensi agamanya. Begitu juga, perkembangan agama Islam tentu bisa dirasa menjadi ancaman bagi eksistensi agama mereka. Karena merasa terancam inilah, maka mereka melakukan serangan sebagai bentuk mempertahankan diri dengan menggalakkan kampanye anti Islam.

3 -Ada orang yang merasa "terusik" oleh ekses-ekses pelaksanaan ajaran agama Islam. Isu yang masih hangat sebagaimana kita tahu adalah terorisme. Kalau bicara tentang "perang melawan terorisme", tentu fikiran orang di dunia akan mengarah pada Islam dan kaum muslimin.

Sekalipun berkali-kali pemimpin Barat menyatakan perang ini semata-mata ditujukan untuk memerangi kaum teroris dan bukan Islam, pemahaman banyak orang tidak bisa dipungkiri bahwa yang diperangi dalam "perang ini" adalah Islam dan kaum muslimin.

Orang yang semula tidak mengerti tentang Islam, tiba-tiba dikagetkan tentang kemunculan Islam dengan "wajah yang begitu menyeramkan" yaitu sebagai komunitas besar kaum teroris. Dalam pandangan mereka, Islam identik dengan terorisme, dan muslim adalah teroris. Dengan data-data seadanya tentang Islam, mereka ikut-ikutan menghujat dan memojokkan Islam.

4 - Selain dari tipe-tipe kelompok di atas, saya juga menilai bahwa ada orang-orang yang "menyerang" Islam karena mereka merasa "diserang" duluan. Maksud "peneyerangan" ini tidak lain adalah kritik dan makian yang dilontarkan kaum muslim terlebih dahulu.

Statemen dan fakta-fakta negatif tentang agama lain dipajang dan disuarakan sedemikian rupa di area publik, sehingga penganut agama itu merasa gerah dan menyerang balik Islam. Justru inilah yang menjadi pokok bahasan saya kali ini.

Rasulullah SAW pernah bersabda bahwa janganlah engkau menghina bapakmu sendiri. Seorang sahabat lantas bertanya, "Bagaimana bisa hai Rasul, aku menghina bapakku sendiri?". Rasulullah SAW pun menjawab, "Itu terjadi ketika engkau menghina bapak orang lain, lalu orang itu balas menghina bapakmu. Itulah yang dimaksud engkau menghina bapakmu sendiri."
Kita dilarang menghina agama orang lain, sebab itu akan memancing orang lain menghina agama kita
Nasehat serupa juga disampaikan Rasulullah SAW pada hal agama (selain tentang bapak). Kita dilarang menghina agama orang lain, sebab itu akan memancing orang lain menghina agama kita. Inilah yang harus diperhatikan orang-orang Islam.

Janganlah lagi membicarakan di depan publik keburukan-keburukan agama lain, apalagi era internet begini, sebab itu hanya akan menjadikan agama kita dihina orang lain. Cara berdakwah bukan begitu, bukan dengan menghina agama lain.

Sudah dijelaskan cara berdakwah/mengajak orang lain agar terbuka hatinya dan akhirnya menjatuhkan pilihannya pada agama Islam. "Ud'u ila sabiliili robbika bil-hikmah.....dst (Ajaklah ke pada jalan Allah dengan hikmah... dst).

Kalau ingin mengkritisi agama lain, tentunya dalam forum-forum yang khusus, dan jangan lupa untuk tetap obyektif agar nantinya apa yang Anda simpulkan itu tidak mudah dipatahkan orang.

Leave a Reply

Subscribe to Posts | Subscribe to Comments

- Copyright © ISB Corner -Imam Saiful Bahri- Powered by Blogger - Modified by ISB Corner -