Rabu, 15 Juni 2011

Termehek-mehek Trans TV yang tayang pekan ini (awal Juni 2011) memang adalah hasil syuting di Ponorogo. Mitos yang menyatakan orang-orang desa Mirah tidak mungkin berjodoh dengan desa Nggolan adalah benar adanya (ada mitos itu), bahkan dipercayai oleh sebagian besar masyarakat Ponorogo. Namun, satu hal yang mengecewakan saya sebagai orang Ponorogo yang bertempat tinggal sekitar beberapa km dari Masjid Tegalsari (salah satu tempat lokasi syuting) adalah... dalam tayangan itu ditampakkan seolah ada seorang kakek misterius berbaju hitam berambut dan berjenggot putih. Dalam syuting ini, sang kakek dikesankan benar-benar misterius di mana tiba-tiba muncul di depan rumah tua Ki Ageng Mohammad Besari dan di beberapa tempat tanpa disangka oleh kru untuk memberi petunjuk bagi kru menemukan orang yang dicarinya (Satrio).

Mengapa saya kecewa?
Kata teman saya (yang lebih dapat dipercaya) yang tinggal beberapa meter dari Masjid itu, sang kakek yang 'dikesankan' misterius itu TERNYATA juga ikut duduk-duduk di serambi saat acara syuting berlangsung dan ikut serta dalam rombongan Kru Trans TV yang di-host-i oleh Mandala Sauji ini. Jadi kesan, seolah-olah kakek itu tiba-tiba muncul di beberapa tempat dengan 'mengagetkan' ataupun 'menampakkan' diri pada klien Mandala, adalah tidak benar sama sekali. Sang kakek, tidak lain adalah salah satu aktor dalam acara yang disebut-sebut 'reality show' itu.

Maaf, beribu maaf.
Kalau disuruh memilih televisi mana yang terbaik menurut saya, maka yang saya acungi jempol adalah Trans TV dan Trans 7 karena kreativitas dan inovasinya. Tetapi kalau berlumuran kebohongan, maka lama-lama publik pasti tahu, dan... ah!!! Hancur apa yang Anda bangun itu!! Percayalah.... orisinalitas dan kejujuran itu tetap akan penting.

Anda kru Trans TV? Membaca artikel ini? Ambillah pelajaran...
Sebelum atasan Anda menegur Anda.
Atau Anda atasan/produser sudah tahu ini, dan 'memaklumi'... siap-siap saja, pemirsa akan meninggalkan Anda.

Big Brother Indonesia
Slogan dalam Big Brother Indonesia adalah...."reality show yang sesungguhnya".
Jangan-jangan slogan ini benar, kalau hanya Big Brotherlah reality show yang sesungguhnya. Sementara yang lain adalah reality show yang tidak sesungguhnya, termasuk "Termehek-mehek". Tapi kalau dengan Termehek-meheknya saja bohong, bagaimana dengan yang lain???

{ 2 komentar... read them below or Comment }

  1. semua rekayasa maz
    http://koropedang.wordpress.com/2011/01/26/realiti-termehek-mehekcuman-rekayasa/

    BalasHapus

- Copyright © ISB Corner -Imam Saiful Bahri- Powered by Blogger - Modified by ISB Corner -