Minggu, 05 Juni 2011

Alasan mengapa bahasa Arab perlu dipelajari umat Islam adalah:

1. Bahasa Arab adalah bahasa Al-Quran
Al-Quran jelas secara resmi ditetapkan Allah turun dalam bahasa Arab. Dalam QS. Az-Zukhruf: 2 disebutkan:“ Sesungguhnya Kami menjadikan Al-Qur’an dalam bahasa Arab supaya kamu memahami (nya).”

Dan untuk menangkap pesan-pesan Al-Qur’an sebagai kitab teks peradigmanya, maka kemampuan umat Islam akan bahasa Arab sangat berpengaruh juga terhadap keberhasilan memahami ajaran-ajarannya. 

Oleh sebab itu, sebenarnya ummat Islam baik bangsa  Arab atau bukan (bangsa ‘Ajam), tidak dapat dipisahkan dengan bahasa Arab, sekalipun Arab tidak selamanya Islami.1 Mempelajari, mengembangkan dan menggalakkan bahasa Arab secara langsung ikut ikut memasyarakatkan Al-Quran.

2. Bahasa Arab adalah bahasa ilmu pengetahuan Islam
Bahasa Arab merupakan alat pembedah yang terbesar dalam sejarah perkembangan ilmu pengetahuan di dalam Islam. Puncak kejayaan Islam di bidang ilmu pengetahuan, terjadi pada masa Khalifah Harun Al-Rasyid dari dinasti Abbasyiah. 

Dalam sejarah, abad ke 6-13 merupakan babak kebangkitan ilmu pengetahuan, sekaligus bangkitnya suatu peradaban baru. Mulai abad itu pula bermunculan para cendekiawan muslim dalam berbagai disiplin ilmu. 

Mereka mengadakan penafsiran dan justifikasi atas karya-karya besar sarjana Yunani, sehingga pada akhirnya dapat membangun suatu khazanah intelektual muslim tersendiri. 

Para yuris yang tesis-tesis mereka sampai sekarang masih aktual dan mungkin sampai pada masa datang, diwakili oleh: Ahmad bin Hanbal, Malik bin Anas, Abu Hanifah dan Syafi’i (empat aliran dalam yurisprudensi Islam). 

Selain itu, muncul Al-Kindi, filsuf yang terkenal dengan teori keterhinggaan masa alamnya; Al-Farabi, astronom dan matematikawan; Al-Hawarizani, penggali teori aljabar; Ibnu Sina, penulis buku terbesar dalam kedokteran; Al-Zahel, penemu peredaran planet; Ibnu Khaldun, filsuf sejarah dan sosiolog, dan cendekiawan muslim lainnya. Karya-karya tulis mereka semua ditulis dalam bahasa Arab. (Hakiki Mahfudz, 1993)

3. Bahasa Arab adalah bahasa ibadah harian
Bahasa Arab adalah bahasa yang sangat akrab dengan kehidupan ummat Islam, karena nyatanya ummat Islam menggunakannya setiap hari dalam berbagai ibadah, seperti mengaji, sholat, dzikir, berdo’a, dan seterusnya.

4. Bahasa Arab adalah bahasa internasional
Bahasa Arab digunakan sebagai bahasa resmi di 18 negara di dunia. Menduduki peringat bahasa ketiga terbesar di dunia setelah Inggris dan Perancis.

Bila kita melihat di sisi lain,  tambahnya, negara Arab memegang peranan penting dalam sektor ekonomi berkat kekayaan alamnya yang melimpah ruah. Hal ini menjadikan bahasa Arab memegang  peranan penting, bukan saja dalam kehidupan ummat Islam, tetapi juga diperlukan dalam pergaulan dunia internasional. Justru itu, PBB mengakuinya sebagai satu bahasa resmi pada badan dunia tersebut.

5. Bahasa Arab adalah bahasa yang mudah dipelajari
Bahasa Arab  bukanlah bahasa yang sulit dipelajari seperti yang dibayangkan oleh banyak kalangan. Hal ini bisa dibuktikan dari segi aspek yang ada dalam bahasa Arab itu sendiri. 

Bahasa Arab, seperti bahasa lainnya, terdiri dari: Anashir Lughawiyah (komponen bahasa) dan  Maharoh Lughawiyah (kemahiran/kemampuan bahasa). Anashir Lughawiyah mencakup ashwat (phonetik), mufrodat (kosakata) dan qowa’id (tatabahasa). 

Sementara Maharoh Lughawiyah terdiri dari: istima’ (kemampuan mendengar), tahaddusts (kemampuan berbicara), qira’ah (kemampuan membaca) dan kitabah (kemampuan menulis/mengarang). 

Dalam pengembangan struktur kata, bahasa Arab memiliki pola-pola baku yang mudah bagi siapapun yang mau mempelajari bahasa Arab. Dalam hal pelafalan (pronunciation), bahasa Arab relative lebih sederhana dibandingkan dengan bahasa Inggris. Selain itu, suku kata bahasa Arab termasuk memiliki tingkat efisiensi yang tinggi dibanding bahasa-bahasa lain. (Abdul Jalil Ja’far, 1993)

Leave a Reply

Subscribe to Posts | Subscribe to Comments

- Copyright © ISB Corner -Imam Saiful Bahri- Powered by Blogger - Modified by ISB Corner -