Selasa, 10 Mei 2011

Film ini pasti sudah Anda tahu, baik Anda suka atau tidak, baik Anda perhatikan atau tidak. Tapi tentang sinopsisnya mungkin banyak juga yang belum benar-benar tahu dan paham, seperti apakah ceritanya “pahlawan perang” Amerika ini sehingga begitu melegenda dalam film. Sehingga film-film Amerika yang lain pun menjadikan Rambo sebagai bagian “latar” yang sering masuk ke dalam dialog-dialog. Untuk sekedar tahu dan tidak terlalu buta akan film ini ada baiknya Anda baca ini.

Film yang dibintangi Sylvester Stallone ini dibuat sebanyak 4 (empat) seri: yaitu Rambo I bertajuk “First Blood I” ; Rambo II bertajuk “First Blood II”, Rambo III, dan Rambo IV.



RAMBO I (First Blood I)
Berawal dari kisah di tahun 1982-an saaat seorang veteran perang Amerika Serikat pulang dari Vietnam. John Rambo, seorang mantan anggota terbaik Pasukan Khusus Angkatan Darat ini pulang ke Amerika untuk mencoba meneruskan hidup di negeri asalnya. Tapi justru kepulangannya disambut dengan amat tidak ramah. Seorang Sherif Polisi menangkapnya setelah tidak bisa ‘mengusirnya”, Rambo dikerjai para polisi di kantor Polres, hingga akhirnya berhasil lolos dan menjadi buron jajaran kepolisian di kota itu. Rambo menyingkir ke hutan, dan di sinilah dia mengobarkan perang terhadap para polisi itu. Di hutan ini, gantian para polisi yang dipecundanginya berikut tentara bayaran yang juga dikerahkan, lalu diapun kembali ke kota dan membawa “perang” itu ke sana. SPBU diledakkan, tempat-tempat perbelanjaan, fasilitas umum porak-poranda hingga lampu kota dipadamkan, sampai giliran Kantor Polres pun diacak-acaknya dan Sherif yang ‘mengesalkan’ itu nyaris terbunuh di tangannya. Berkat saran Kolonel Trautman (atasannya saat perang di Vietnam) Rambo pun menyerahkan diri ke pihak yang berwenang.



RAMBO II (First Blood II)
Seri ke II ini melanjutkan kisah sebelumnya. Berlatar waktu di tahun 1985, Kolonel Trautman menjemput Rambo yang tengah menjalani hari-harinya sebagai narapidana. Dia ditawari kebebasan, kalau bisa menunaikan misi menyelidiki keberadaan sisa-sisa tawanan perang Amerika di Vietnam. Di luar dugaan “komandan” lapangan yang bermarkas di Thailand, ternyata Rambo bisa meloloskan tawanan perang dan membawanya ke tempat penjemputan. Tapi sang “komandan” ini justru ‘merelakan’ tawanan itu berikut Rambo untuk ditangkap para serdadu Vietnam dengan urung menjemputnya. Sesi berikutnya adalah kisah ditawannya Rambo dan keberhasilan usahanya meloloskan diri. Bahkan keadaan berbalik arah, Rambo seorang diri berhasil memporak-porandakan kamp militer itu. Serdadu Vietnam benar-benar jadi bulan-bulanan dan bantuan militer dari Uni Sovyet – sekutunya – tidak banyak berarti. Akhir cerita, Rambo berhasil membebaskan dan mengantar pulang para tawanan perang Amerika Serikat. Lalu Rambo pun dihadiahi kebebasan dan kesempatan bergabung di korp tentara Amerika, tapi ia memilih hidup bebas di Thailand dan sekitarnya.



RAMBO III
Di tahun 1988, Kolonel Trautman menjemput Rambo di Thailand. Kali ini misinya adalah mendukung para pejuang Mujahidin Afganistan yang memerangi penjajahan Uni Sovyet. Karena Rambo enggan, sang kolonel pun berangkat sendiri ke medan perang itu. Singkat cerita, Rambo telah mendengar “gurunya” itu ditawan pasukan Unisovyet di Afganistan. Rambopun berangkat ke Afganistan dan membebaskan sang kolonel. Setelah sang kolonel bebas, Rambo dan para pejuang Mujahidin Afganistas berperang dan berhasil mengalahkan tentara Uni Sovyet di distrik itu. Selesailah misi ini dan Rambopun memilih kembali menetap di kawasan Asia Tenggara.






RAMBO IV
Pada seri ini, rupanya Rambo bergeser sedikit dari Thailand ke Myanmar. Di tahun 2008, negara yang digoncang gejolak politik karena pemerintahan militernya yang diktator menjadi latar seri Rambo IV kali ini. Cerita berawal dari ditawannya 2 misionaris Kristen asal Amerika Serikat oleh tentara Myanmar. Rambo dan tentara bayaran yang disewa Duta Besar Amerika untuk Myanmar pun ditugaskan membebaskan 2 misionaris ini. Rambo dan tentara bayaran inipun berhasil membebaskan 2 tawanan itu, tapi inilah awal pertempuran sengit mereka dengan tentara Myanmar. Berkat bantuan para pemberontak, tentara Myanmar di lokal itu dapat dikalahkan. Selesai misinya ini, John Rambo rupanya ingin benar-benar pulang kampung ke Arizona, Amerika Serikat. Akhirnya Rambo IV menjadi semacam periode “memulangkan” Rambo setelah perjalanan panjangnya yang heroik dan melegenda itu. Menurut Sly, setelah Rambo IV ini Rambo sudah sulit untuk dieksplor lagi. Namun adakah Rambo V? Kita tunggu saja.

Leave a Reply

Subscribe to Posts | Subscribe to Comments

- Copyright © ISB Corner -Imam Saiful Bahri- Powered by Blogger - Modified by ISB Corner -