Sabtu, 09 April 2011

Seorang teman saya yang saya kenal dekat beberapa tahun terakhir, yang saya anggap (maaf, tidak membanggakan) sebagai orang yang shaleh mengatakan sesuatu yang membuat saya terperanjat.

Sedari kecil saya mungkin tergolong orang yang 'lumayan' akrab dengan pelajaran agama, tapi baru sekarang saya mendengar untaian kalimat tentang agama yang menurut saya amat bernilai dalam.....
"Tempatnya mencari kebahagiaan dunia ya di dunia, dan tempatnya mencari kebahagiaan akhirat ya di dunia."
Kalimat ini terasa menohok perasaan saya. Mengapa? Karena mungkin tanpa sadar, selama ini saya beranggapan bahwa hari-hari saya ini harus saya optimalkan untuk mencapai paket-paket kesuksesan seperti tuntas studi, kerja layak, kendaraan layak dan tempat tinggal layak, syukur kalau bisa pergi haji dan dilengkapi persipan pendidikan anak-anak dan masaa depannya. Dan paket-paket ini tidak lain adalah nama lain dari "dunia". .

Eit stop dulu.....saya menghibur diri......
Bukankah semua paket mencari dunia ini, kalau kita niatkan ibadah jadi bernilai akherat.....?????!!!!
Jawaban yang luar biasa....
dan mungkin Anda semua akan menjawab seperti itu.

Tapi ketahuilah jawaban ini sama sekali tidak menjawab PERINTAH Allah yang "sangat" fardhu ain, yaitu "ud'u ilaa sabiili robbika..." (Ajaklah/serulah olehmu orang-orang itu agar menuju jalan Tuhanmu..)
Perintah tadi dalam Al-Quran diserukan secara kepada khitab yang 'mufrod' artinya masing-masing individu wajib adanya menunaikan 'seruan' dan 'dakwah' ini.

Siapa lagi yang meneruskan dakwah Rasulullah, kalau bukan umat Islam.
Siapa lagi yang akan memikirkan perbaikan umat ini, kalau kita masing-masing lebih fokus pada diri sendiri (baca: pada penghidupan dan keluarga masing-masing)

Dan... bagaimana mungkin PERINTAH BERAT ini hanya dikerjakan di sela-sela dan di sisa-sisa "paket dunia" tadi? Ya Allah, ampunilah hamba-Mu ini...


Jadi intinya, saya dan mungkin barangkali kebanyakan kita masih memporsir diri "menggapai dunia" ini...

dan entah kapan waktu disisihkan untuk "akherat"... ?
Apa nunggu nanti kalau sudah tua?
Atau jangan-jangan nunggu nanti di akherat saja kita beramal?

Oh tidak!!
Sebab akherat adalah tempat pembalasan, bukan tempat beramal. Berapa pun amalan Anda di akherat sudah tidak akan dipandang dan diperhitungkan.

Dunia inilah tempat beramal.... untuk dunia, sekaligus untuk akherat.
Amal kita di dunia ini AMAT SANGAT BERARTI, sementara amal kita di akherat TIDAKLAH ADA ARTINYA. Sebab sekali lagi akherat adalah tempat pembalasan, bukan tempat beramal...

...... dan dunia adalah tempat amal, bukan tempat pembalasan.


Ampuni ya Allah,
barangkali tanpa sadar aku hanya menomorsekiankan perintah-Mu... padahal itu untuk "akheratku"...

Leave a Reply

Subscribe to Posts | Subscribe to Comments

- Copyright © ISB Corner -Imam Saiful Bahri- Powered by Blogger - Modified by ISB Corner -