Selasa, 19 April 2011

Dalam sebuah film "In Hell" dikisahkan Jean-Claude Van Damme memerankan kisah seorang suami yang menuntut balas atas pembunuhan istrinya. Sang Pembunuh yang lolos dari jerat hukum itu, ditembaknya di gedung pengadilan. Tak ayal lagi, dia diganjar hukuman penjara seumur hidup.

Penjara ala Rusia, apalagi khusus napi kelas berat, tentu bukanlah penjara yang 'nyaman' dan amat tidak bersahabat. Hukum rimba berlaku, kelompok dan mafia yang kuatlah yang sewenang-wenang. Penganiayaan, pelecehan, sodomi bahkan pembunuhan sering menimpa mereka yang lemah. Belum lagi, para sipir dan pejabat penjara yang korup dan menjadikan para napi tak ubahnya binatang aduan. Para napi yang kuat haruslah mengikuti 'program' ini, atau kalau tidak mereka akan menjalani hidup 'yang tak mudah lagi' di penjara itu. Bahkan untuk memeriahkan bursa 'aduan' ini, acapkali petarung-petarung didatangkan dari penjara lain. Mungkin untuk ukuran kehidupan dunia, pemandangan hidup seperti itu layak bila disebut "In Hell" ...

Agar dapat bertahan atas tekanan yang berat itu, Van Damme pun terpaksa menempa dirinya dan fisiknya sedemikian rupa. Hingga dalam berbagai kesempatan adu 'gladiator' ia dapat lolos sebagai pemenang. Tapi, dia berubah menjadi kuat, keras dan kejam.Yaitu suatu kondisi yang sebenarnya 'bukan dirinya' sama sekali. Dia benar-benar "kehilangan dirinya sendiri". Tidak ada lagi pria berwibawa dan penuh kasih itu.....
Dalam kondisinya yang demikian berbeda, sang teman sekamar di penjara itu mengingatkan dan justru kasihan.
"Penjara ini benar-benar menjadi tempat penderitaan. Tapi sesungguhnya lebih menderita lagi adalah ketika kehilangan diri sendiri. Seperti yang kau alami."

Begitu diingatkan teman setianya dan kehadiran spirit dari mendiang istrinya pun menyadarkannya kembali dan mengembalikan dirinya yang dulu. Kini, dia menjadi dirinya sendiri. Dengan segala ketabahannya, dia berhasil menginspirasi seluruh napi agar menolak segala bentuk eksploitasi yang tidak manusiawi dari para pejabat penjara dan sipir yang korup itu. Hingga akhirnya, dengan bantuan temannya ia bisa lolos dari "Hell" itu dan membongkar seluruh kebusukan para pejabat penjara.

Leave a Reply

Subscribe to Posts | Subscribe to Comments

- Copyright © ISB Corner -Imam Saiful Bahri- Powered by Blogger - Modified by ISB Corner -