Senin, 25 April 2011

Beberapa hari lalu, waktu ngurus pajak, di sela-sela padatnya pengunjung kantor pajak Ponorogo yang sementara di gedung Bhakti itu, tiba-tiba pandanganku dikejutkan oleh sebuah wajah yang amat terasa akrab. Dialah sahabatku di bangku sekolah dasar, Rohmat Syamsuddin. Cukup lama tidak bertemu sahabat yang satu ini, begitu melihatnya seolah aku melihat teman-teman lain yang pernah sebangku denganku di SD. Tahun 1985 aku masuk bangku sekolah dasar dan tamat tahun 1991. Terakhir teman sekelasku berjumlah 27 orang, setengah mengingat-ingat inilah nama-nama sahabat-sahabat baikku itu:

  1. Hari Sugianto. Biasa dipanggil Hari atau Gundek. Anaknya hitam manis begitu, konon suka ikut latihan Cimande. Kekeh pengen jadi tentara seperti kakak-kakaknya. Alhamdulillah sekarang kesampaian jadi tentara.
  2. Sayikhu Ridho. Panggilannya Ridho. Rumahnya timur perempatan Jabung. Anaknya lumayan tinggi, putih dan ganteng, mirip-mirip Hedy Yunus. Setelah merantau ke Jakarta, sekarang kembali ke Bajang dan bekerja sebagai Pegawai Swasta di sebuah bank dan seperti punya banyak bisnis.
  3. Ririn. Anaknya putih, sedang dan lumayan cantik. Hanya saja pendiam dan tidak banyak bicara ketika di kelas. Kabar terakhir, beberapa tahun lalu sudah menikah. Entah di mana sekarang.
  4. Imam Subandi. Tetanggaku sebelah barat, dulu suka berseteru denganku karena diadu-adu sama teman yang suka usil. Ya kalo sekarang, damai...lah. Udah dewasa, masa' seterunan kayak anak kecil. Bandi ini memang anak pemberani, suka merantau ke tanah Jiran Malaysia dan menikah dengan gadis Bengkulu. Sekarang tinggal di Bengkulu dan kadang pulang kampung juga.
  5. Imam Saiful Bahri (aku sendiri)
  6. Muhammad Sulaiman. Anaknya mirip Saka (temennya Avatar.....hahahahah....kalo menurutku, lho) Soalnya anaknya suka 'udrak-udruk' gak pernah mikir panjang. Di kelas II pernah pindah sekolah ke SDN Joresan. Ee...di kelas V kembali lagi ke SDN Bajang. Begitu juga saat di Tsanawiyah hingga Aliyahnya, hobby pindah-pindah sekolah. Rumahnya di samping rumahku. Konco plek.. lah. Sekarang tinggal di Jakarta menikah dengan orang Purwokerto (kalo nggak salah) kerja di sebuah hotel. Moga aja nggak pindah-pindah lagi.... heheheheh... soalnya dulu seingatku, dia ngebet banget pengen jadi Pak Kyai.
  7. Setiawan. Temenku yang satu ini juga masih tetanggaku, satu RT. Anaknya agak ngesleng. Suka mbanyol, dari sejak SD sampai sekarang di forum-forum RT atau Kumpulan (organisasi masyarakat desa) dan hampir di semua forum. Dulu suka berkelahi, dan memang ada tampang warok dan berangasan. Ya, kalo sekarang udah pada gede.... ya damailah selalu...
  8. Boyani. Anak kulit sawo matang dan langsing ini begitu lulus SD langsung hijrah ke Sumatera, konon tidak beberapa lama kemudian menikah. Kabar terakhir gimana kurang tahu.
  9. Siti Imroati. Tinggi dan lumayan manis, cuma waktu di kelas cukup pendiam. Sudah menikah, dan sekarang masih tinggal di Bajang bekerja sebagai Pegawai Swasta.
  10. Budi Setiono. Kalo ini adalah teman satu meja denganku, juga Heru Yudiar. Anaknya santai, slow, nggak banyak tingkah. Tapi kalo diajak rame, oke juga. Setelah lama merantau, sepertinya buka banyak usaha dan maju kelihatannya.
  11. Darminto. Anak dari Jabung, rumahnya di seberang rumah Budi Setiono. Dulu gendut, imut dan penyabar. Diapa-apain nggak pernah marah. Pokoknya sabar, dech. Setelah perpisahan di tahun 1991 dan tak tahu rimba dan beritanya, kemaren tahun 2011 ini, kami bertemu di acara kawinan Muhammad Toha. Orangnya tambah tinggi, tapi sudah tidak gendut dan putih seperti dulu. Tapi sabarnya kayaknya masih tetap.
  12. Edi Hartono. Edi atau biasa dipanggil Ketet ini, temanku yang paling 'cuek'. Penampilannya sangat apa adanya, tanpa ada istilah jaim-jaiman. Cuma' itu kulitnya yang agak gelap dan giginya yang bersinar saat tertawa membuat orang mungkin agak geli.... hihiihi... Sory Tet....Just kidding....
  13. Suprianto. Dulunya tinggal di Sooko. Kalau nggak salah pindah ke SD Bajang di kelas III atau II. Anaknya ganteng, tubuh ideal, pinter, kutu buku dan memang anak seorang guru. Termasuk 5 besar. Nerusin ke sekolah-sekolah favorit gitu, sampai ngambil Teknik Sipil di Unibraw. Dan terakhir ketemu, dia bekerja FIF Madiun. Sekarang di mana, sudah kehilangan kontak.
  14. Dwi Susiani. Selepas SMP Jetis sempat neruskan ke Pondok Ngabar dan lulus di sana hingga Sarjana. Habis itu ia pindah ke Sumatera ikut ibunya dan denger-denger udah jadi PNS Guru di sana.
  15. Heru Yudiar. Setelah lama merantau, teman semejaku ini kini menetap di Bajang dan berwiraswasta sejenis peternakan dan sebagainya. Suka ketemu dan suka mengingatkanku akan masa-masa di SD dulu.
  16. Mohammad Vindhi Sholeh.Putra Pak Sjamsuri yang juga guruku. Anaknya pinter banget, apalagi matematika. Multitalen bahkan menari aja bisa. Anaknya putih, tinggi besar dan gagah. Setelah lulus kuliah Teknik Sipil sepertinya sekarang bergabung di perusahaan pemborong/kontraktor bangunan begitu. Tingkat penghasilannya sangat menonjol bila dibanding teman2 sekelasnya di SD dulu.
  17. Rohmat Syamsuddin. Ini dia Rohmat.Anaknya putih, kalem, baik hati dan pinter sekali, . Tidak neko-neko, bersahaja dan sederhana. Konon sering mendapat beasiswa saat sekolah. Bahkan bisa masuk STAN Tangerang dan sekarang kerja di Kantor Pajak Ponorogo. Tinggalnya di Madiun.
  18. Mohammad Toha.Anaknya tinggi langsing, sawo matang, keras hati dan kuat tekadnya. Suka merantau berkali-kali. Sering curhat ke aku kalau lagi di rumah dan memang masih ada hubungan kerabat.
  19. Anis. Sejak kelas IV SD sering sakit-sakitan. Setelah tamat SD terdengar berita di sekitar tahun 1994 dia meninggal dunia karena penyakitnya. Semoga Allah menerima amal ibadahnya. Amin.
  20. Siti Romlah. Anaknya cukup manis, sawo matang begitu, tidak pendiam tidak juga cerewet. Suka digodain kakak kelas. Sekarang tinggal di mana, kurang tahu.
  21. Siti Munawaroh. Anaknya cukup manis juga, agak kuning, dan agak kecil dikit dibanding Romlah. Sama-sama dari Sudimoro Bajang. Sekarang tinggal di mana, kurang tahu.
  22. Eny Qomariyah. Anaknya hitam manis, lumayan besar, suka merantau selepas tamat MAN. Berita terakhir sudah pulang kampung dan menikah. Selanjutnya tinggal di mana belum jelas.
  23. Heny Trilaksanawati. Anaknya sedeng, sawo matang, lumayan manis, denger-denger merantau jauh dan sempat pulang dengan kendaraan yang lumayan mewah, apalagi ukuran orang desa.
  24. Tumisri. Tinggi, putih, cantik dan pendiam, atau boleh dibilang sangat pendiam dan tidak banyak bicara. Waktu aku di SMA-an begitu, dia sudah menikah. Sekarang di mana kurang tahu. Yang jelas dulu tinggal di jalan yang sama denganku.
  25. Suryati Wahyuningsih. Dulu panggilannya Sur atau Minuk. Anaknya lumayan tinggi, putra pengusaha kaya di desa Bajang. Entah gimana ceritanya, sekarang kok malah nikah sama si Hari Sugianto. Padahal dulu, nggak ada tanda-tanda ke situ. He..he...he...he...
  26. Lisrowiati/Listianingsih. Panggilannya Lis. Pindah ke SD Bajang kira-kira di kelas V. Namanya memang kadang Lisrowiati dan kadang Listianingsih. Sekarang masih menetap di Bajang.
  27. Mei. Setelah lulus SD, aku kurang tahu beritanya gimana. Bahkan sampai saat ini. Padahal rumahnya sering terlihat olehku saat aku belok di pertigaan. Kadang selintas melihat wajah orang mirip dia di rumahnya itu. Tapi aku ragu, Mei kah itu? May be Yes.... May be No....
Teriring posting ini, saya ucapkan semoga teman-teman sekalian senantiasa diberi keselamatan, kesuksesan, bimbingan dan petunjuk Allah SWT dalam menempuh hidup ini. Amin

Kepada guru-guru kami di SDN Bajang I No. 460 Mlarak Ponorogo, semoga Allah menerima amal ibadah beliau semua:

Bpk. Harijanto (Kepala Sekolah)
Bpk. Hartono
Ibu Sumiati
Ibu Dewi Aminah
Ibu Wiwik
Ibu Lilik Priastuti
Bpk. Suhanto
Bpk. Sjamsuri
Bpk. Syawaal (Penjaga Sekolah)
Lek Rum (Ibu Kantin)
Aime (Penjual Mie)
dan semua saja.



    Leave a Reply

    Subscribe to Posts | Subscribe to Comments

    - Copyright © ISB Corner -Imam Saiful Bahri- Powered by Blogger - Modified by ISB Corner -