Sabtu, 05 Februari 2011

Estetika atau hal-hal yang berkaitan keindahan. Adakah agama kita memperhatikannya?
-->
Kasus pertama
Seorang teman memasang instalasi kabel listrik ke sebuah ruang, mungkin di benaknya ada satu tujuan atau mungkin dua tujuan, yaitu pertama arus listrik dapat dialirkan ke ruangan itu, dan kedua instalasi kabel itu tidak membahayakan nyawa orang yang melintas di ruang itu. Kedua tujuan teman kita ini pun tercapai, yaitu kebutuhan di ruang itu terpenuhi dan instalasi kabel itu cukup aman karena dipasang di bagian atas dinding. Tapi mungkin dia lupa, kabel yang terpasang kendor dan sebagian menggantung (tanpa disusun rapi disudut pertemuan atap plafon dan dinding), sehingga membuat pemandangan kurang indah, apalagi ruang itu merupakan salah satu ruang di gedung yang lumayan bagus. Singkatnya, ada satu hal yang terlewat dari pekerjaan teman kita ini, yaitu unsur estetika.

Kasus kedua
Sering juga kita jumpai saudara-saudari kita muslim-muslimah yang sering mementingkan unsur wajibnya menutup aurat atau wajibnya berseragam, tetapi sering lupa memperhatikan “matching” nggaknya warna bawahan dan atasan yang dipakai, sudah disemirkah sepatunya, sudah dipakai rapikah bajunya, bersih tidakkah warna pakaian yang dibiarkan begitu lebar itu, dan seterusnya. Dan lagi-lagi memang masalahnya tidaklah begitu fatal, yaitu estetika yang diabaikan.

Kasus-kasus sejenis sering kita temui seperti penataan meubeler sebuah ruang, parkir kendaraan, penataan pekarangan, alat-alat perkantoran, penataan arsip, rak sandal di ruang tamu, dan sebagainya. 

Padahal demi ‘estetika’ semua kasus itu bisa diatasi dan disiasati, tentunya dengan tetap memperhatikan unsur utamanya yaitu “unsur manfaat’ atau “unsur fleksibilitas’ atau lainnya. Tapi sayang, lagi-lagi estetika diabaikan. Barangkali ‘estetika’ masih menjadi barang yang remeh dan tidak ‘begitu’ diperlukan.

Masihkah seorang muslim mempertanyakan pentingnya estetika?
Semua benda dan barang di dunia ini diciptakan oleh Allah SWT selalu ada manfaat atau faedahnya. Begitu juga manusia membuat segala jenis benda dan barang selalu mengacu pada asas manfaat atau faedah. Karena suatu manfaat, maka dibuatlah suatu barang.

Namun rupanya, asas manfaat ini tidaklah menjadi satu-satunya motif suatu barang atau benda dibuat dan diciptakan. Lihatlah bagaimana mobil diciptakan tidak hanya untuk transportasi, tapi dibuat mengkilat dan modis sedemikian rupa sehingga indah dilihat. 

Bagaimana pakaian didesain tidak hanya bermanfaat untuk melindungi tubuh dari panas-dingin, debu dan radiasi, akan tetapi sisi keindahannya begitu menonjol ditampakkan dalam pembuatannya. 

Bagaimana lautan diciptakan Tuhan dengan segala manfaatnya, tetapi juga diciptakan nampak begitu indah dilihat. Bagaimana tumbuhan dengan segala buah-buahan dan manfaat lainnya, juga diciptakan terhampar terpadu menjadi panorama begitu indah.

Rupanya unsur “manfaat” dan unsur keindahan atau biasa disebut dengan unsur “estetika”, sudah hampir menjadi satu kesatuan yang terpadu bak dua sisi dari sekeping uang logam. Perpaduan dua unsur manfaat dan unsur estetika ini juga tersurat dalam banyak ayat dalam Al-Quran, antara lain seperti berikut:


Manfaat dan indahnya panorama peternakan
Dalam Surat An-Nahl ayat 5 disebutkan bagaimana ber”manfaat”nya penciptaan binatang ternak: “Dan dia Telah menciptakan binatang ternak untuk kamu; padanya ada (bulu) yang menghangatkan dan berbagai  manfaat, dan sebahagiannya kamu makan.” Selanjutnya pada surat yang sama pada ayat 6 disebutkan bagaimana unsur “estetika” diterangkan dari penciptaan binatang ternak ini: “Dan kamu memperoleh pandangan yang indah padanya, ketika kamu membawanya kembali ke kandang dan ketika kamu melepaskannya ke tempat penggembalaan”.

Manfaat dan indahnya kuda tunggangan dan kendaraaan lainnya
Bahkan dalam satu rangkaian ayat (Surat An-Nahl ayat 8) kedua unsur “manfaat” dan “estetika” ini disebutkan dua-duanya sekaligus: “Dan (Dia telah menciptakan) kuda, bagal (blasteran kuda-kedelai) dan keledai, agar kamu menungganginya dan (menjadikannya) perhiasan. dan Allah menciptakan apa yang kamu tidak mengetahuinya.” “Agar kamu menungganginya” adalah menunjukkan akan unsur manfaat, sedangkan “menjadikannya perhiasan” menunjukkan akan adanya unsur estetetika.

Manfaat dan indahnya penciptaan laut
Begitu juga dalam satu rangkaian ayat (Surat An-Nahl ayat 14) kedua unsur “manfaat” dan “estetika” ini kembali disebutkan dua-duanya sekaligus: Dan Dia-lah, Allah yang menundukkan lautan (untukmu), agar kamu dapat memakan daripadanya daging yang segar (ikan), dan kamu mengeluarkan dari lautan itu perhiasan yang kamu pakai; dan kamu melihat bahtera berlayar padanya, dan supaya kamu mencari (keuntungan) dari karunia-Nya, dan supaya kamu bersyukur. 

Di antara unsur “manfaat” yang disebutkan dari penciptaan laut di atas adalah hasil perikanan sebagai bahan makanan, sedangkan unsur “estetika” adalah dapat dikeluarkannya perhiasan dan juga panorama bahtera yang berlayar di lautan.

Manfaat dan indahnya aneka ragam tanaman dan perkebunan
Dalam Q.S. Al-An’aam : 114 disebutkan “Dan dialah yang menjadikan kebun-kebun yang berjunjung dan yang tidak berjunjung, pohon korma, tanam-tanaman yang bermacam-macam buahnya, zaitun dan delima yang serupa (bentuk dan warnanya) dan tidak sama (rasanya). makanlah dari buahnya (yang bermacam-macam itu) bila dia berbuah” 

Dalam ayat ini diterangkan“unsur manfaat” dari tanaman aneka ragam tanaman dan perkebunan yaitu sebagai bahan makanan. Dalam surat yang sama pada ayat 99 disebutkan bagaimana Allah SWT menegaskan betapa “unsur estetika” layak untuk “lebih” diperhatikan. Perhatikanlah buahnya di waktu pohonnya berbuah dan (perhatikan pulalah) kematangannya.”

Manfaat dan indahnya pakaian
“Hai anak Adam, Sesungguhnya kami telah menurunkan kepadamu pakaian untuk menutup auratmu dan pakaian indah untuk perhiasan.” Inilah sebagian potongan ayat 26 dari surat Al-A’araf. Dalam ayat ini tergambar “unsur manfaat” yaitu menutup aurat dan “unsur estetika” yaitu perlunya berpakaian yang indah atau enak dilihat.

Sungguh, banyak sekali ayat-ayat Al-Quran yang menunjukkan betapa unsur estetika merupakan suatu yang seharusnya “juga” diperhatikan. Artinya tidak sekedar “asas manfaat” saja yang dipentingkan.
Berikut ini di antara ayat-ayat estetika:

Maka apakah mereka tidak melihat akan langit yang ada di atas mereka, bagaimana kami meninggikannya dan menghiasinya dan langit itu tidak mempunyai retak-retak sedikitpun?”  Q.S. Qaaf : 6

Dan sesungguhnya kami telah menciptakan gugusan bintang-bintang (di langit) dan kami telah menghiasi langit itu bagi orang-orang yang memandang(nya).” Q.S. Al Hijr : 16

Dan kami hamparkan bumi itu dan kami letakkan padanya gunung-gunung yang kokoh dan kami tumbuhkan padanya segala macam tanaman yang indah dipandang mata.” Q.S. Qaaf : 7

“Atau siapakah yang telah menciptakan langit dan bumi dan yang menurunkan air untukmu dari langit, lalu kami tumbuhkan dengan air itu kebun-kebun yang berpemandangan indah” Q.S. An-Naml: 60

“Dia membentuk rupamu dan dibaguskanNya rupamu itu.” Q.S. At-Taghabun: 3

“Yang telah menciptakan kamu lalu menyempurnakan kejadianmu dan menjadikan (susunan tubuh)mu seimbang.  Dalam bentuk apa saja yang dia kehendaki, dia menyusun tubuhmu.”  Q.S. Al-Infithar 7-8

“Yang membuat segala sesuatu yang dia ciptakan sebaik-baiknya dan yang memulai penciptaan manusia dari tanah.”  Q.S. As-Sajdah: 7.


Allah SWT itu Maha Indah dan Menyukai Keindahan
Rasulullah SAW bersabda diriwayatkan oleh Muslim bahwa “Allah SWT itu Maha Indah dan Menyukai Keindahan”. Dari rangkaian ayat-ayat di atas, jelaslah Allah SWT tidak hanya mengajarkan kita tentang bagaimana mementingkan “unsur manfaat” atau faedah, tetapi juga “unsur keindahan/estetika” atau kebagusan (jamalun/husnun). 

Bahkan hal ini dipertegas secara tersirat dari disebutkannya “kebagusan” sebagai kebaikan yang paling banyak disukai Allah dibandingkan kebaikan lainnya. Kata “yuhibbul muhsinin” (Allah menyukai orang yang membagus-baguskan pekerjaan) disebut paling banyak bila dibandingkan dengan yuhibbul mutawakkilin, yuhibbul mu’minin, dan sebagainya.

Masihkah kita mengabaikan estetika?



.


{ 1 komentar... read them below or add one }

  1. Thanx atas postingny, moga bisa tambah referensi ana n pengetahuan,,

    BalasHapus

- Copyright © ISB Corner -Imam Saiful Bahri- Powered by Blogger - Modified by ISB Corner -