Jumat, 21 Januari 2011

Bertahun-tahun lamanya, Jack Carter meninggalkan kota kelahirannya di Seattle dan menjadi debt kolektor di sebuah Kasino Las Vegas. Tragis, ketika harus kembali mengunjungi kota kelahirannya bukannya melihat kebahagiaan keluarganya yang lama ditinggalkan, tetapi untuk menghadiri pemakaman adiknya. Adiknya yang bernama Richard itu konon tewas akibat kecelakaan mobil karena mabuk berat. Padahal adiknya ini adalah tipikal ayah sekaligus kepala keluarga yang baik dan tidak neko-neko.
Setelah mengorek informasi dan melakukan investigasi, Carter menyimpulkan bahwa kematian adiknya adalah akibat pembunuhan. Richard mati karena membela putrinya (keponakan Carter) yang diseret ke dunia prostitusi dan dipaksa menjadi bintang film porno. Karena menuntut bela atas kejahatan mafia pornografi terhadap putrinya ini, Richard justru menemui ajalnya, ia dibunuh dan dikesankan mati akibat kecelakaan lalu lintas. 
Carter yang hatinya telah lama membeku oleh dingin dan kerasnya kehidupan kota Vegas, tetap saja merasa terpukul, melihat iparnya yang menjanda, dan lebih-lebih menyaksikan pemandangan keponakannya yang depresi sangat berat hingga hampir-hampir bunuh diri... menjadi korban prostitusi itu..... 
Carter dengan profesi terakhirnya sebagai Debt Kolektor mengakui bukan merupakan orang baik-baik. Tetapi sebagai manusia, dia tidak sanggup melihat keluarganya sendiri diperlakukan demikian keji.
'Sekalipun aku bukan orang baik, setidaknya untuk kali ini…. biarkan aku berbuat baik, berbuat benar…..'
Sementara para pelaku adalah orang-orang yang memiliki pengaruh di kota kecil itu, masih berkeliaran menghirup udara bebas lengkap dengan kekuasaan dan arogansinya. Karena hampir mustahil menyeret mereka melalui jalur hukum, Carter pun memutuskan untuk ‘menegakkan hukum’ dengan caranya sendiri. Dengan rapi dan tingkat profesionalitas yang tinggi, dia habisi seluruh orang yang terlibat dalam 'penghancuran hidup' keluarganya itu…. pemain bintang film forno, pemodal, hingga pelindung bisnis haram itu.
Carter melakukan aksi ‘penegakan hukum’ itu seraya membangkitkan mental keponakannya yang telah hancur dan menyemangati iparnya untuk membuka hidup baru. Akhirnya, Carter pun menuntaskan semuanya.
Walaupun terlambat, Carter tetap bisa berbuat sesuatu yang berarti untuk keluarganya, atau tepatnya untuk keluarga adiknya, yang telah lama ia tinggal dan terlantarkan. 
Film Get Carter ini dibintangi oleh Sylvester Stallone di tahun 2000-an. Satu kata bijak yang mungkin bisa kita petik dari film ini: "Yang berhak berbuat baik bukanlah orang suci saja!"
Dikutip dari http://www.imdb.com/title/tt0208988/plotsummary

{ 1 komentar... read them below or add one }

- Copyright © ISB Corner -Imam Saiful Bahri- Powered by Blogger - Modified by ISB Corner -