Senin, 06 September 2010

Mereka bukan anak-anak biologisku.... tapi mereka adalah anak-anak spiritualku, anak-anak emosionalku, anak-anak didikku..... Enam tahun aku bersama mereka, mengajari mereka, membimbing mereka, tersenyum karena mereka, bersedih karena mereka, dan bahkan terkadang memarahi mereka.

Aku orangnya paling tidak bisa diam, melihat sesuatu yang kurang baik. Ingin menegur dan membetulkan, tidak kenal lelah dan capek, tidak kenal 'meniren' (istilah orang Jawa), telaten-telaten dan telaten. Aku yakin itu akan tertanam pada mereka. Mungkin tidak hari ini, tidak tahun ini, tapi barangkali 5 tahun lagi, 10 tahun lagi, atau 20 tahun lagi...

Alhamdulillah, hingga di penghujung pertemuanku dengan mereka.... semua yang aku lakukan pada mereka tidak lain karena rasa sayang seorang guru kepada muridnya, rasa sayang ayah spiritual kepada anaknya.

Perasaan yang sama seperti ini pernah aku rasakan, dulu ketika mengajar di sebuah pesantren di Jawa Barat, tepatnya di Cikarang Bekasi. Tiga tahun aku bimbing anak-anak itu di asrama, tinggal di satu komplek yang sama. Semangat untuk terus belajar dan membimbing mereka ke arah yang baik yang diridhoi-Nya membuatku, menjadi teramat dekat dengan mereka....

Mereka kini telah melangkah menuju harapan ke tempat di mana mereka mencoba menggapai harapan mereka masing-masing.
Ada satu yang hilang di hati ini, atau mungkin benar bila dikatakan ada lubang di hati ini "The is a hole in the heart".

Ya Allah, bimbinglah selalu mereka..
Anak-anak didik kami...
Lulusan-lulusan SDMT Ponorogo itu.
Ya Allah...

Leave a Reply

Subscribe to Posts | Subscribe to Comments

- Copyright © ISB Corner -Imam Saiful Bahri- Powered by Blogger - Modified by ISB Corner -