Sabtu, 05 Juni 2010


"Saya lebih memilih menjadi orang yang mampu bersabar, bersyukur, jujur, rendah hati, selalu dibimbing Allah, bermanfaat bagi banyak orang, bisa ikut menebarkan rahmat Allah.... "

"....daripada menjadi orang sakti yang bisa kebal senjata, berlari cepat, kuat mengangkat benda berat, bisa menghilang, bisa tahu peristiwa sebelum kejadian, punya pukulan mematikan, dan lainnya...."

Itulah sepotong pernyataan seorang teman, ketika tetangganya konon mengiming-imingi untuk ikut satu kegiatan dan latihan asah berbagai 'kesaktian'. Tetangganya itu amat sangat berharap karena menilai teman ini berbakat, punya dasar bela diri (kanuragan) yang baik dan tinggal "disempurnakan" dengan "kesaktian".

"Kenapa kok gak berminat, padahal kamu itu berbakat. Eman-eman (sayang, pen.) kalo kekuatan ini gak kamu coba. Tidak semua orang bakat, ngerti nggak!" demikianlah kira-kira sang tetangga tadi merayu.

"Aku ikut silat ini kan cuma untuk olahraga, biar badan sehat. Kalo urusan kekuatan, menurutku ya itu tadi.. bisa jadi orang yang sabar dan syukur itu lah orang yang kuat. Dekenge (back upnya, pen.) juga gak main-main. Gusti Allah. Kalau kesaktian gitu aku, maaf, aku gak minat. Takut-takut berurusan sama yang gitu-gitu" jawab si teman dengan lugu.

"Gitu-gitu piye maksudmu? Jin? Khodam ngono nho? Gak ini, ini murni mengolah batin agar kekuatan besar dari dalam diri kita bangkit. Piye tho!" jelas si tetangga.

"Lha kok pake ritual gituan, sholat ditambahi semedi, terus mandi kembang tujuh rupa lagi." jawab sang teman dengan lugunya pula.

"Lha itu kan cuma sarana. Gak menyalahi agama. Yang bimbing juga pak Kyai. Ngerti agama!" si tetangga terus menerangkan.

"Aku memang gak tahu banyak tentang dalil agama. Cuma inget dulu pernah diajari pak guru, katanya sarana pertolongan Allah itu sabar dan sholat. Sudahlah, aku gak usah ikut aja..." sang teman menegaskan.

"Yo wis, gak maksa aku." ucap tetangga dengan kecewa.

Itulah sekelumit percakapan. Di mana seringkali teman-teman di sekitar kita diiming-imingi hal serupa, dan banyak atau mungkin hampir semua orang tertarik untuk itu. Tapi rupanya "sang teman" kita ini berpendapat lain.

Bagi dia, jauh lebih baik menjadi manusia biasa saja yang lurus di hadapan Allah sekalipun tidak dilambari kesaktian, daripada menjadi manusia 'sakti' tetapi rentan berurusan dengan 'makhluk-makhluk penggoda' yang sebenarnya tidaklah lebih kuat dari manusia.

Bagi dia, ritual sholat sebagaimana diajarkan syariat yang disertai jiwa sabar adalah jauh lebih baik daripada semua jenis ritual yang diciptakan manusia atau makhluk Allah yang lekat dengan kelemahan dan ketidaktahuan. Cukuplah Islam menjadi agamanya, dan cukuplah Allah sebagai penolongnya.

Gambar diambil dari http://muslimahbelajar.files.wordpress.com/2010/02/boat1.jpg

{ 1 komentar... read them below or add one }

  1. Allahu Akbar.
    Godaan tauhid memang datangnya dari segala arah.

    BalasHapus

- Copyright © ISB Corner -Imam Saiful Bahri- Powered by Blogger - Modified by ISB Corner -