Sabtu, 26 Juni 2010

Orang dikatakan beriman bila yakin kepada Allah SWT dan taat perintah Allah dan RasulNya.

Apa pentingnya iman?

Di dunia ini banyak manusia yang berbuat baik, melakukan kegiatan-kegiatan kemanusiaan, sosial, memberikan jasa-jasa, sumbangan-sumbangan, peribadahan, hingga menjadi pahlawan bagi orang lain, manusia dan kemanusiaan.

Tapi dalam sudut pandang Allah (Islam, pen.) semua kebaikan manusia itu akan percuma (tidak dinilai dan tidak berpahala) kalau tidak dilandasi aqidah dalam diri orang yang mengerjakannya.

“Dan orang-orang kafir amal-amal mereka adalah bagaikan fatamorgana di tanah yang datar, yang di sangka air oleh orang-orang yang dahaga, tetapi bila ia mendatangi nya ia tidak mendapatkan apapun.” (Qs. An-Nuur 39) - (Qs. Az-Zumar 65).


KH. Imam Zarkasyi (Pendiri Pondok Modern Gontor) diriwayatkan seorang ustadz menyampaikan tentang aqidjavascript:void(0)ah dan amal. Aqidah dan amal beliau analogikan dengan angka 1 (satu) dan 0 (nol). Aqidah bagaikan angka 1 sedangkan amal bagaikan angka 0 . Kalau angka 1 berdiri paling depan maka angka 0 di belakangnya akan menambah nilainya, semakin banyak dan bertambah 0 di belakang angka 1 maka semakin besar nilainya. Sebaliknya, sebanyak apapun angka 0 berjajar kalau di depannya tidak ada angka 1 maka angka 0 itu tidak bernilai apa-apa.

Mengapa iman sebegitu penting?
Dalam logika agama Islam, seluruh makhluk termasuk manusia adalah ciptaan Allah. Kehadiran manusia di dunia (diberi hidup, pen.) tidak lain adalah untuk berbuat baik dalam arti yang seluas-luasnya. Tetapi bagaimana mungkin kebaikan itu akan berarti apabila manusia yang mengerjakan semua kebaikan itu tidak mengakui keberadaan Penciptanya, serta tidak mau mematuhi perintah Penciptanya sesuai maksud awal penciptaanya.
Analoginya seorang pemilik rumah saja yang mendatangkan pembantu dengan tujuan untuk membantu kegiatan dapur, tetapi begitu pembantu itu dihadirkan di rumah itu lantas tidak menganggap keberadaan pemilik rumah dan mengerjakan kegiatan non urusan dapur. Sebaik apapun pekerjaan pembantu itu, apa mungkin pemilik rumah itu akan menghargai?

Leave a Reply

Subscribe to Posts | Subscribe to Comments

- Copyright © ISB Corner -Imam Saiful Bahri- Powered by Blogger - Modified by ISB Corner -