Selasa, 25 Mei 2010


Hingga 32 tahun usia kini, banyak hal telah kulewati. Belajar dari satu sekolah ke sekolah yang lain, bekerja dari satu tempat ke tempat yang lain, bergabung dari satu komunitas/organisasi ke komunitas/organisasi lain, namun semua itu... barangkali hanya masih Gontorlah yang membuatku mampu berkata "Aku menyesal seandainya aku tidak belajar di situ, Gontor". Tentunya tidak menafikan 'tempat-tempat' lain yang pernah mendidikku, mengasuhku dan membesarkanku.

Mengapa dengan Gontor?
Sulit diungkapkan dengan kata-kata.
Tapi coba ku uraikan, sekalipun amat terbatas.

Aqidah... iman... adalah mutiara yang paling berharga dalam hidup manusia, demikian orang-orang muslim memandang. Di Gontor-lah aku terasa benar-benar mendapatkannya.
Jiwa mandiri lengkap dengan paketnya, sebagai bekal penting mengarungi kehidupan dunia ini, pun di Gontor aku dibimbing begitu rupa.

Di sanalah aku menemui orang-orang saleh, orang-orang besar (dalam versiku) yang sebenar-benarnya besar. Cerita-cerita kepahlawanan dan perjuangan dalam buku-buku sejarah dan biografi tokoh-tokoh dunia, terasa dapat kulihat langsung sosoknya....
hidup.... dan masih hidup... berada di hadapanku.

Bagaimana tidak!
Di sana banyak orang-orang yang mempertaruhkan hidupnya, tetapi tidak semata-mata untuk dirinya sendiri. Mewakafkan tanahnya, menyediakan dirinya, hartanya, tenaganya, fikirannya, dan itu tadi... hidupnya... untuk satu: Lii'laai kalimatillah (berjuang meninggikan Kalimat Allah) dengan Gontor sebagai wahananya.

"Bondo bahu pikir lek perlu saknyawane pisan"

Satu hal yang paling sulit dalam berjuang adalah istiqomah (konsisten).
Namun inipun diperagakan dengan apik di sana. Dari kyai yang menolak jabatan menteri, perubahan orientasi dengan iming-iming hibah dana besar, dst... tidak menggoyahkan Kampung Damai itu.

Ini dulu, barangkali yang bisa ku catat. Perlu ketenangan dan waktu untuk menguraikan benang-benang kesyukuran ini. Oh Pondokku! (ISB)

{ 1 komentar... read them below or add one }

  1. subhanALLAH, tsumma subhanALLAH......
    *Eko Sumartono Al-palembangi*
    I LIKE THIS NOTE OF YOURS

    BalasHapus

- Copyright © ISB Corner -Imam Saiful Bahri- Powered by Blogger - Modified by ISB Corner -